Teori nilai guna kardinal

Pendekatan kardinal sering juga disebut teori nilai guna subjektif. Pendekatan ini dikembangkan pada tahun 1880 oleh tiga ahli ekonomi yang bekerja sendiri-sendiri, yaitu William Stanley Jevons dari Inggris, Leon Walras dari Perancis, dan Karl Menger dari Australia.

Menurut pendekatan ini, kepuasan konsumen dalam mengonsumsi barang dan jasa dapat diukur dengan angka (nominal) seperti kita menghitung berat dengan gram atau panjang dengan ukuran sentimeter. Satuan kegunaan suatu barang disebut util (dari kata utility). Tinggi atau rendahnya nilai kegunaan suatu barang tergantung dari orang yang memberikan penilaian (subjektif). Keputusan untuk mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Agar lebih mudah dalam memahami teori nilai guna kardinal, pelajari dua konsep nilai guna berikut ini.

1) Nilai guna total (total utility)
Nilai guna total merupakan nilai kepuasan keseluruhan yang diperoleh konsumen dari mengonsumsi suatu barang dan jasa. Semakin banyak barang yang dikonsumsi, kepuasan total akan semakin besar. Namun, pada titik tertentu nilai kepuasan total tersebut akan berkurang.

2) Nilai guna marginal (marginal utility)
Nilai guna marginal merupakan tambahan nilai kepuasan yang diperoleh konsumen sebagai akibat dari pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi.

 

Artikel terkait kategori ekonomi:

Macam-macam pasar

Sejarah koperasi

Rumah tangga produksi (perusahaan)

Jenis-jenis pasar konkret

Peranan koperasi dalam kehidupan ekonomi

Incoming search terms:

  • nilai guna kardinal
  • pengertian guna kardinal
  • pengertian nilai guna kardinal
  • gambar teori walras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>