Zaman logam

Peralatan yang digunakan pada zaman logam dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.    Zaman perunggu, meliputi dua macam teknik, yaitu teknik cetak hilang dan cetak ulang. Peralatan kehidupan yang terbuat dari bahan perunggu antara lain:
–    nekara, yaitu genderang besar, biasanya digunakan untuk upacara mengundang hujan
–    moko, yaitu genderang kecil sebagai alat upacara keagamaan
–    kapak corong, yaitu kapak dengan berbagai ukuran, juga disebut kapak sepatu
–    arca perunggu, yaitu benda perunggu yang berbentuk binatang atau orang
–    bejana perunggu, bentuknya mirip gitar spanyol tanpa tangkai
–    perhiasan cincin perunggu, gelang kaki, gelang tangan, dan kalung, sebagian besar telah ditemukan sebagai bekal kubur.
b.    Zaman tembaga. Di Indonesia tidak mengalami zaman tembaga, karena tidak ditemukan bukti-bukti peninggalan zaman tersebut.
c.    Zaman besi. Pada zaman besi banyak menghasilkan benda-benda peralatan hidup dan senjata, seperti: tombak, mata panah, cangkul, sabit, dan mata bajak. Benda peninggalan zaman besi tidak banyak ditemukan karena sifatnya yang mudah berkarat.

Artikel terkait kategori sejarah:
Jenis manusia purba Eropa
Jalan sutera
Kebudayaan Hindu
Penemu Benua Amerika
Kota Konstantinopel

Ilmu sejarah, zaman prasejarah, paleontologi, fosil manusia purba

Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lampau disebut ilmu sejarah.

Ilmu yang mempelajari tentang fosil manusia purba disebut paleontologi.

Sisa-sisa makhluk hidup pada zaman purba yang telah membatu disebut fosil.

Perunggu dan besi digunakan oleh manusia purba yaitu pada masa perundagian.

Alat-alat pada zaman prasejarah yang telah ditinggalkan oleh manusia purba berupa batu halus adalah pada masa bercocok tanam.

Ciri khusus zaman batu tua antara lain belum mengenal seni.

Suatu tugu yang terbuat dari batu besar, sebagai tempat pemujaan arwah di zaman megalitikum adalah menhir.

Zaman yang sedikit peninggalannya, karena sifat barangnya yang berkarat adalah zaman besi.

Peninggalan yang tidak ditemukan di Indonesia adalah zaman tembaga dan besi.

Fosil-fosil manusia purba tertua di Indonesia berdasarkan penyelidikan para ahli ditemukan di daerah Sangiran.

Penemu fosil manusia purba di Wajak adalah Eugene Dubois.

Zaman batu madya disebut juga mesolitikum.

Kelebihan manusia dibanding dengan makhluk lain adalah adanya akal dan moral.

Pengertian manusia purba adalah manusia yang ditemukan dalam keadaan fosil.

Sumber sejarah yang bermanfaat bagi penelitian kehidupan manusia purba yaitu artefak dan fosil.

Artikel terkait kategori sejarah:
Isi Perjanjian Versailles
Kolonialisme Jepang
Pemerintah kolonial Jepang
Semboyan Revolusi Prancis
Nasionalisme Eropa