Teori nilai obyektif

Macam-macam teori nilai obyektif:
a.    Teori nilai pasar (Humme dan Locke). Nilai suatu barang sangat tergantung pada permintaan dan penawaran barang di pasar.
b.    Teori nilai biaya produksi (Adam Smith). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barang tersebut. Menurutnya semakin tinggi nilai pakai suatu barang, maka nilai tukarnya pun juga akan semakin tinggi.
c.    Teori nilai tenaga kerja (David Ricardo). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.
d.    Teori nilai biaya reproduksi (Carey). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (biaya reproduksi). Sebab untuk menentukan nilai suatu barang tidak berpangkal pada biaya produksi yang pertama kali, tetapi pada biaya produksi yang dikeluarkan sekarang.
e.    Teori nilai kerja rata-rata atau Teori nilai lebih (Karl Marx). Tenaga kerja mempunyai nilai tukar dan nilai pakai bagi pengusaha. Pengusaha harus membayar nilai tukarnya untuk mendapatkan nilai pakainya. Kelebihan nilai pakai atas nilai tukar ini disebut nilai lebih.

Artikel terkait kategori ekonomi:
Lembaga keuangan bukan bank, pegadaian, asuransi
Bank umum pemerintah, uang giral, uang kartal
Uang, alat pembayaran, sistem perdagangan
Bidang keuangan, badan usaha, lembaga keuangan
Pertukaran barang, barter, fungsi uang, uang kartal