Tag Archives: sejarah perlawanan ternate

Sejarah perlawanan terhadap Portugis

Sejak abad ke-16, bangsa-bangsa Eropa mulai berdatangan ke wilayah Nusantara. Kedatangan bangsa-bangsa Eropa tersebut mendapat reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Munculnya perlawanan rakyat disebabkan karena para pendatang asing itu menjalankan monopoli perdagangan dan produksi, penerapan politik devide et impera (politik pecah belah atau adu domba), dan penguasaan wilayah secara paksa. Berikut ini adalah bentuk reaksi dan perlawanan terhadap Portugis:
a.    Di Ternate. Perlawanan umum berkobar setelah Sultan Hairun dibunuh oleh bangsa Portugis atas perintah gubernur Lopez de Mesquita. Pelawawan dipimpin oleh Sultan Baabullah. Sejak tahun 1570, satu per satu benteng milik Portugis dapat direbut, sehingga Portugis terpaksa meninggalkan Ternate sejak tahun 1577.
b.    Aceh. Sejak Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511, Aceh merasa khawatir Portugis akan meluaskan kekuasaan ke wilayahnya dan Aceh memandang Portugis mematikan keramaian jalur pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka. Oleh karena itu, Sultan Iskandar Muda meminta bantuan perlengkapan senjata kepada Turki, Mesir, dan India. Berkali-kali Aceh menggempur Portugis di Malaka, namun tidak membawa hasil, karena Portugis dibantu Kesultanan Johor.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peran Kongres Perempuan
Peran Kongres Pemuda 1928
Peran Manifesto Politik 1925
Organisasi-organisasi Pergerakan Kebangsaan
Organisasi-organisasi Keagamaan