Tag Archives: putra

Bola voli

Alat-alat permainan bola voli:
a.    bola
b.    jaring net
c.    antena
d.    papan nilai.

Pemain
a.    permainan bola voli dimainkan oleh dua regu, tiap regu terdiri dari 6 orang
b.    pada permainan bola voli ada ketua regu yang disebut sebagai kapten
c.    satu regu termasuk penggantinya, jumlahnya 12 orang.

Dasar-dasar bermain bola voli, adalah:
a.    service
b.    passing
c.    smash atau spike
d.    blocking atau membendung serangan lawan.

Dalam permainan bola voli ada beberapa macam service, antara lain:
a.    underhand service, artinya service dilakukan dari arah bawah
b.    tennis service (front service), artinya servis dilakukan dari arah depan dan tangan yang akan memukul bola harus lurus sewaktu menyentuh bola
c.    hock service (smash service). Bola dilempar tinggi sesuai dengan tinggi lompatan dan tangan tetap lurus untuk memungkinkan kerasnya pukulan.

Catatan:
a.    tinggi net atau jala putra: 2,43 meter
b.    tinggi net atau jala putri: 2,24 meter
c.    pencipta permainan bola voli adalah W. Morgan dari YMCA Amerika Serikat pada tahun 1890
d.    jumlah nilai game dalam permainan bola voli adalah 25
e.    two winning sets, artinya regu yang memenangkan dua set itulah regu yang menang
f.    three winning sets, artinya regu yang memenangkan tiga set itulah regu yang menang.

Artikel terkait kategori olahraga:
Organisasi tenis meja, pencak silat, tolak peluru
Meningkatkan kondisi fisik, Lari jarak jauh
Permainan sepak bola, teknik sepak bola
Senam lantai, otot pingang, punggung, dan leher

Lempar lembing

Ukuran lapangan lempar lembing:
Lebar awalan: 4 meter
Panjang awalan: 40 meter
Lebar garis lurus sebelah kanan dan kiri garis lempar: 1,5 meter
Lebar garis lempar: 7 meter.

Alat yang digunakan dalam lempar lembing:
a.    lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
b.    untuk putri: panjangnya 2 meter dan beratnya 600 gram
c.    untuk putra: panjannya 2,60 meter dan beratnya 800 meter.

Cara memegang lembing ada 3 macam, yaitu:
a.    dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas
b.    dipegang di depan dada, ujung lembing ke bawah
c.    dipegang ke belakang, menempel pada tangan kanan yang diluruskan.

Peraturan-peraturan dalam melakukan lempar lembing:
a.    setiap pelempar mempunyai hak melempar 3 kali
b.    melempar harus dengan satu tangan.

Diskualifikasi atau lemparan dianggap tidak sah apabila:
a.    lembing tidak dipegang pada pembalutnya
b.    dipanggil sudah dua menit, belum melempar
c.    menyentuh besi batas lemparan sebelah atas
d.    menyentuh tanah di luar besi lingkaran
e.    setelah melempar keluar lewat garis lempar
f.    lembing jatuh di luar sektor lemparan
g.    ujung lembing tidak membekas pada tanah.

Artikel terkait kategori olahraga:
Teknik Melempar Bola Dalam Permainan Soft Ball
Renang Pertolongan
Renang Estafet

Reaksi Kerajaan Ternate terhadap Portugis

Pada tahun 1521 bangsa Portugis datang ke Ternate. Bangsa Portugis mendapat sambutan baik dari Sultan Hairun karena Portugis diharapkan dapat membantu Ternate menyerang Tidore. Sultan Hairun mengizinkan Portugis mendirikan benteng Santo Paolo yang digunakan oleh Portugis untuk memusatkan kekuatan agar dapat melaksanakan penjajahan dan menguasai Maluku sebagai daerah sumber rempah-rempah. Namun, sikap baik Sultan Hairun dibalas dengan kekejaman. Ketika diundang dalam perayaan pesta perdamaian, Sultan Hairun dibunuh di benteng Portugis. Tindakan ini menyulut perlawanan rakyat Ternate. Perlawanan rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Baabullah putra Sultan Hairun. Portugis pun dapat diusir dari Ternate. Dengan sangat terpaksa, Portugis pindah ke Timor Timur dan Flores. Sultan Said pengganti Baabullah tetap mengambil garis keras terhadap Portugis. Sejak saat itu, Portugis tidak dapat lagi menanamkan pengaruhnya di Maluku. Selain penolakan Ternate, pengaruh kuat VOC telah hadir di Maluku.

Artikel terkait kategori sejarah:
Manusia purba zaman batu tua
Zaman batu dan zaman logam pada masa prasejarah
Perbedaan proses kebudayaan
Konferensi Asia Afrika
Perdamaian dunia

Tolak peluru

Alat yang digunakan untuk tolak peluru, adalah:
a.    rol meter
b.    bendera kecil
c.    kawur atau tali rafia
d.    peluru
–    untuk senior putra beratnya 7,257 kg
–    untuk senior putri beratnya 4 kg
–    untuk junior putra beratnya 5 kg
–    untuk junior putri beratnya 3 kg.

Gaya yang dipakai dalam tolak peluru adalah:
a.    obrien
b.    gaya samping.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tolak peluru adalah sebagai berikut:
a.    cara memegang
b.    awalan
c.    gerakan
d.    tolakan
e.    sikap badan setelah menolak.

Diskualifikasi (tolakan tidak sah) pada tolak peluru:
a.    dipanggil selama 3 menit belum menolak
b.    peluru ditaruh di belakang kepala
c.    tolakannya jatuh di luar sektor lemparan
d.    menginjak di atas permukaan lingkaran
e.    setelah menolak, keluar tidak dengan tenang
f.    setelah menolak, keluarnya lewat depan garis tengah lingkaran.

Artikel terkait kategori olahraga:
Latihan Daya Tahan Jantung dan Paru-paru
Latihan Kelenturan (Fleksibilitas)
Latihan Pemeliharaan Kebugaran Jasmani

Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari dimulai dari daerah Tumapel yang dikuasai oleh seorang akuwu (bupati) yang bernama Tunggul Ametung. Kerajaan Singasari mencapai masa kejayaan di bawah pimpinan Raja Kertanegara (1268 – 1292 M) yang merupakan putra Ranggawuni. Beberapa tindakan Kertanegara adalah sebagai berikut:
a.    Mengganti nama ibu kota Kutaraja menjadi Singasari sehingga sejak itu Kerajaan Tumapel dikenal sebagai Kerajaan Singasari.
b.    Melaksanakan ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Melayu dan melemahkan posisi Sriwijaya serta menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Campa. Tujuannya adalah untuk menghalangi serangan Kubilai Khan dari Mongol.

Segala upaya Kertanegara untuk mencegah ekspansi Kubilai Khan dari Mongol dihancurkan oleh Jayakatwang dari Kerajaan Kediri yang menyerang Singasari pada tahun 1292. akibat serangan dari Kediri, runtuhlah Kerajaan Singasari ini.

Artikel terkait kategori sejarah:
Masa Pemerintahan Republik
Awal Tumbuhnya Peradaban Romawi
Peranan bahasa melayu
Nilai peninggalan Hindu dan Buddha di Indonesia
Peradaban Kreta