Tag Archives: Pola penggunaan lahan kota

Pola penggunaan lahan kota

1. Teori Konsentris (E.W. Burgess)
a. Zona Busines Distrik (CBD): zona pusat kegiatan, wilayah ini merupakan inti kota yang ditandai oleh adanya gedung-gedung, pasar, pusat pertokoan, dan fasilitas umum.
b. Zona transisi: wilayah industri manufaktur dan pabrik.
c. Zona pemukiman kelas rendah: merupakan tempat tinggal kaum buruh.
d. Zona pemukiman kelas menengah: tempat tinggal masyarakat kelas menengah.
e. Zona pemukiman kelas atas: tempat tinggal pemukiman kelas atas.
f. Zona jalur batas desa kota (rural urban fringe zona): daerah pinggiran kota dan banyak dijumpai oleh para penglaju yang umumnya tinggal di daerah pinggiran.

2. Teori Sektoral (Humer Hoyt)
Teori ini menyatakan bahwa pengguna lahan cenderung berkembang berdasarkan sektor-sektor dan CBD terletak di pusat kota, tetapi pola penggunaan lahan lainnya berkembang menurut sektor-sektor yang menyerupai kue tart.

3. Teori Pusat Lipat Ganda (R.D. Mc Kenzie)
Menurut teori ini, kota terdiri atas:
a.    Pusat kota (CBD).
b.    Kawasan perdagangan dan industri.
c.    Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan rendah.
d.    Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan menengah.
e.    Kawasan tempat tinggal masyatakat yang berpenghasilan tinggi.
f.    Pusat industri berat.
g.    Kawasan pinggiran yang merupakan pusat perbelanjaan.
h.    Kawasan pinggiran yang merupakan daerah masyarakat kelas menengah dan tinggi.
i.    Kawasan pinggiran yang merupakan kawasan industri.

Artikel terkait kategori geografi
Ciri-ciri masyarakat desa
Masyarakat desa
Perkembangan kota

Incoming search terms:

  • penggunaan lahan kota
  • penggunaan lahan di perkotaan
  • penggunaan tanah di pinggiran kota adalah
  • pola penggunaan lahan kota
  • teori penggunaan lahan kota