Tag Archives: Pendapatan Perkapita

Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB) dan Pendapatan Perkapita

Penyajian Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Nasional Bruto (PNB) dari berbagai sektor dirinci menurut nilai tambah dari seluruh sektor ekonomi, yang mencakup sektor pertanian, pertambangan, industri, listrik, gas dan air, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, lembaga keuangan, dan jasa-jasa. Sedangkan PDB dan PNB menurut penggunaan dirinci menurut komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan stok dan ekspor netto.

PDB dan PNB sangat diperlukan untuk menentukan besarnya pendapatan perkapita. Pendapatan perkapita adalah pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk dalam suatu negara selama kurun waktu 1 tahun, atau ditentukan oleh besarnya pendapatan nasional dan jumlah penduduk.

Tinggi rendahnya PDB atau PNB dan pendapatan perkapita suatu negara oleh Bank Dunia dikelompokkan ke dalam 4 kelompok berdasarkan pendapatan perkapita pada tahun 2003, yaitu:
a.    Kelompok negara berpendapatan rendah, yaitu negara yang memiliki PNB perkapita sekitar $675 atau kurang.
b.    Kelompok negara berpendapatan menengah bawah, yaitu negara yang mempunyai PNB perkapita sekitar $675 sampai dengan $2.695.
c.    Kelompok negara berpendapatan menengah tinggi, yaitu negara yang mempunyai PNB perkapita sekitar $2.696 sampai dengan $8.335.
d.    Kelompok negara berpendapatan tinggi, yaitu negara yang mempunyai PNB perkapita sekitar $8.335 atau lebih.

Pendapatan perkapita suatu negara dinyatakan dengan nilai tukar uang luar negeri atau dinyatakan dalam dolar Amerika Serikat, sehingga dapat membandingkan dengan negara lain, terutama negara-negara sekitar yang dekat, misalnya ASEAN. Perbandingan dengan negara lain akan memberikan gambaran kedudukan suatu negara. Umumnya negara yang masih berkembang mempunyai pendapatan perkapita yang rendah.

Rendahnya pendapatan perkapita pada negara yang sedang berkembang dikarenakan:
1.    tingkat pendidikan yang rendah, sehingga pengetahuan yang diperoleh sedikit.
2.    keterampilan dan kecakapan yang rendah, sehingga kekurangan tenaga ahli.
3.    modal yang dimiliki relatif sedikit.
4.    kekurangan akan sumber daya alam.
5.    kemalasan dan ketidakdisiplinan seseorang.
6.    sikap yang tidak mendorong berproduksi.

Artikel terkait kategori ekonomi:
Pasar modal, pasar tenaga kerja, peranan pasar
Neraca saldo, akun buku besar, kertas kerja
Nama akun, aktiva lancar, utang, penyusutan
Kebutuhan manusia, primer, sekunder, tersier
Informasi keuangan, sistem akuntansi