Sistem pencernaan burung, amfibi, mamalia, reptil, dan ikan

Sistem pencernaan pada burung (aves)
Mulut – kerongkongan – tembolok – lambung kelenjar – lambung pengunyah – usus halus – usus besar – kloaka.

Keterangan:
–    tembolok adalah tempat yang dipergunakan untuk menyimpan makanan sementara
–    kloaka adalah rongga tempat bermuaranya sebuah saluran telur (sperma), saluran kotoran dan saluran air kencing.

Sistem pencernaan amfibi
Mulut – kerongkongan – lambung – usus – kloaka.

Sistem pencernaan pada binatang mamalia
Mulut – kerongkongan – perut besar – perut jala – perut kitab-kitab – perut asam – usus halus – usus besar – anus.

Sistem pencernaan reptil
Mulut – kerongkongan – lambung – usus – kloaka.

Sistem pencernaan pada ikan
Mulut – kerongkongan – lambung – usus – anus.

Artikel terkait kategori biologi:
Beberapa Kelompok Protista
Ganggang Hijau-Biru (Cyanophyta)
Cara-Cara Memerangi Bakteri

Hewan mamalia, mamalia, alat reproduksi mamalia, ovarium, ovulasi

Hewan mamalia seperti tikus, anjing, kucing, dalam satu periode kelahiran bisa melahirkan lebih dari satu anak karena memiliki lebih dari satu rahim atau uterus.

Mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur adalah platypus.

Alat reproduksi pada mamalia jantan adalah testis, vas deferens, penis.

Pada mamalia, sel telur dihasilkan oleh ovarium.

Masa ovulasi pada tikus dapat terjadi setiap 4 hari.

Uterus adalah bagian alat kelamin mamalia betina yang berfungsi sebagai tempat perkembangan embrio.

Peristiwa meluruhnya dinding endometrium beserta sel telur yang tidak dibuahi disebut menstruasi.

Peristiwa pelepasan sel telur dari ovarium disebut ovulasi.

Embrio dalam uterus dilindungi dari bahaya benturan dan guncangan oleh air ketuban.

Tempat penyimpanan dan pematangan sperma pada alat kelamin pria adalah epididimis.

Artikel terkait kategori biologi:
Ganggang (algae)
Jenis-jenis tumbuhan paku
Komponen ekosistem