Tag Archives: kota

Kolonialisme Jepang di Indonesia

Kedatangan Jepang dengan propaganda-propaganda yang dilakukannya telah menarik perhatian rakyat Indonesia sehingga mereka mau membantu Jepang mengusir Belanda. Pemerintah Jepang memberikan kebebasan kepada para pemimpin bangsa Indonesia. Organisasi-organisasi pergerakan dihapuskan dan diganti dengan organisasi-organisasi buatan Jepang seperti Gerakan 3A, PUTERA, PETA. Namun walaupun demikian penguasaan Jepang atas wilayah Indonesia telah menimbulkan kemelaratan lagi, bahkan penindasan Jepang terhadap Indonesia melebihi kekejaman Belanda. Sehingga banyak terjadi gerakan-gerakan yang menentang Jepang.

Gerakan-gerakan tersebut di atas berhasil ditindas dengan sangat kejam oleh Jepang. Pendudukan Jepang atas wilayah Indonesia tidak berlangsung lama yaitu lebih kurang tiga setengah tahun. Hal ini karena hancurnya kota Hiroshima dan Nagasaki oleh bom atom yang dijatuhkan oleh pasukan udara Amerika Serikat. Akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu tanggal 14 Agustus 1945.

Artikel terkait kategori sejarah:
Kesultanan Mataram
Kesultanan Pajang
Kesultanan Demak
Kerajaan Singhasari
Kerajaan Sunda

Pola penggunaan lahan nonpertanian

Sebagian penduduk Indonesia tinggal di perkotaan dengan aktivitas yang beragam. Pola penggunaan lahan nonpertanian biasanya terdapat di perkotaan, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

a. Perumahan (permukiman)
Perumahan (permukiman) bisa berada di pusat kota atau di pinggiran. Perumahan yang berada di pinggiran kota dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.    perumahan yang terencana
2.    perumahan yang tidak terencana

b. Perindustrian
Kawasan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang yang lebih bermanfaat biasanya berada di pinggiran kota. Hal ini dilakukan terutama untuk mengurangi keramaian kota dan menghindarkan pencemaran atau polusi.

c. Lain-lain
Di bagian tengah kota yang penuh dengan kesibukan dan keramaian, tampak beberapa pola penggunaan lahan sebagai berikut:
1.    pusat-pusat kegiatan perekonomian
2.    pusat kegiatan pemerintahan
3.    pusat kegiatan sosial budaya.

Artikel terkait kategori geografi
Letak Geografis Indonesia
Batas wilayah udara
Batas-batas wilayah laut

Pengertian urbanisasi dan faktor penyebab urbanisasi

Pengertian urbanisasi mengandung banyak makna bergantung dari sudut mana kita mengkajinya, diantaranya:
a.    Urbanisasi diartikan sebagai proses pembengkakan kota yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan alami penduduk kota dan adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Dari pengertian ini sering diartikan bahwa urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b.    Urbanisasi diartikan juga sebagai proses bertambahnya jumlah kota pada suatu wilayah atau negara yang disebabkan oleh perkembangan sosial, ekonomi dan teknologi.
c.    Urbanisasi diartikan sebagai proses berubahnya suasana kehidupan pedesaan menjadi suasana perkotaan.
d.    Urbanisasi bisa pula diartikan sebagai pemekaran wilayah perkotaan.

Faktor penyebab urbanisasi
a.    Faktor penarik (pull factors)
Kota memiliki daya tarik tersendiri bagi desa untuk berurbanisasi, diantaranya:
1)    Mudah untuk mendapatkan pekerjaan (lapangan pekerjaan banyak)
2)    Tingkat upah yang lebih tinggi
3)    Kelengkapan fasilitas baik sekolah, hiburan dan kesehatan
4)    Kebebasan pribadi lebih terjamin
5)    Pengaruh adat agak longgar
6)    Anggapan yang bersifat budaya.

b.    Faktor pendorong (push factors)
1)    Lahan garapan semakin sempit
2)    Lapangan kerja makin terbatas akibat iptek (modernisasi)
3)    Pendapatan lebih kecil
4)    Kurangnya fasilitas baik sosial, pendidikan, olah raga, rekreasi, dsb
5)    Meningkatnya pengangguran
6)    Tekanan adat istiadat
7)    Alasan memasarkan produk.

Artikel terkait kategori pengertian-pengertian:
definisi atlas
Definisi hukum internasional
Definisi sejarah, prasejarah, legenda, kisah

Incoming search terms:

  • definisi urbanisasi

Garis bujur

Beberapa garis bujur yang perlu diingat antara lain sebagai berikut:
1.    Garis bujur 0 derajat, melalui kota Greenwich (London, Inggris). Berdasarkan perjanjian internasional, garis tersebut dinyatakan sebagai meridian 0 (nol). Sering disebut Greenwich Mean Times (GMT). Melalui garis bujur 0 derajat ini kita dapat menghitung waktu daerah di permukaan bumi dengan memperhatikan letak bujurnya.
2.    Garis bujur 180 derajat, berada di Samudera Pasifik disebut juga garis penanggalan internasional. Apabila kita berjalan ke arah barat dan melewati garis batas 180 derajat harus ditambah 1 hari, sedangkan jika perjalanan menuju ke timur dan melewati garis tanggal tersebut, waktu harus dikurangi 1 hari.
Misalnya apabila kita berjalan ke arah barat dari San Fransisco menuju Tokyo harus ditambah 1 hari, umpamanya dari hari Selasa sampai di Tokyo hari kamis. Sebaliknya apabila kita berjalan ke arah timur dari Tokyo ke San Fransisco dikurangi 1 hari, umpamanya dari hari selasa sampai di San Fransisco masih hari senin, dan esok pagi adalah hari selasa lagi.

Artikel terkait kategori geografi
Letak Geografis Indonesia
Batas wilayah udara
Batas-batas wilayah laut

Incoming search terms:

  • fungsi garis bujur

Gaya bahasa pertentangan dan gaya bahasa sindiran

Gaya bahasa pertentangan
Yang termasuk gaya bahasa pertentangan adalah paradoks, antitesis, dan kontradiksi interminis

Paradoks
Ialah gaya bahasa pertentangan yang menyebutkan dua hal yang bertentangan padahal tidak berlawanan karena obyeknya berlawanan.
Contoh: – aku kesepian di kota yang sangat ramai ini.

Antitesis
Ialah gaya bahasa pertentangan yang menyebutkan dua kata yang berlawanan untuk menegaskan arti.
Contoh: – besar kecil, tua muda, kaya miskin berduyun-duyun datang ke pertunjukan.

Kontradiksi interminis
Ialah gaya bahasa pertentangan yang mempertentangkan sesuatu dengan penjelasan semula.
Contoh: – semua warga hadir, kecuali si noni.

Gaya bahasa sindiran
Yang termasuk ke dalam gaya bahasa sindiran adalah ironi, sinisme, dan sarkasme.

Ironi
Ialah gaya bahasa sindiran yang halus.
Contoh: – bagus sekali tulisan anda, hampir aku tidak dapat membacanya.

Sinisme
Ialah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi.
Contoh: – aku terasa ingin muntah mendengar perkataanmu.

Sarkasme
Ialah gaya bahasa sindiran yang kasar dan menyakitkan hati.
Contoh: – aku tidak ingin lagi melihat wajah jelekmu.

Artikel terkait kategori bahasa Indonesia:
Macam-macam majas
Pemakaian huruf kapital dan huruf miring
Menulis surat kuasa