Perbandingan ciri-ciri manusia purba

Ciri-ciri masing-masing jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Marilah sekarang kita bandingkan jenis-jenis manusia purba itu.
1.    Meganthropus Palaeojavanicus
a.    Tulang rahang bawah sangat besar
b.    Menunjukkan ciri manusia, tetapi tetap memiliki ciri kera, yaitu tidak berdagu
c.    Bertubuh sangat besar
d.    Termasuk jenis manusia purba tertua.

2.    Pithecanthropus Erectus
a.    Memiliki ciri kera lebih nyata daripada ciri manusia
b.    Lebih muda daripada Meganthropus
c.    Ciri manusia yang dimiliki sedikit sekali.

3.    Jenis Homo
Lebih banyak mempunyai ciri manusia.

Manusia purba mengalami perubahan beribu tahun hingga makin lama makin sempurna, akhirnya berwujud seperti manusia sekarang ini. Manusia seperti kita sekarang ini disebut Homo Sapiens, artinya manusia bijaksana.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peradaban Mysenaea
Kerajaan Majapahit
Imperium Romanum
Pelajaran yang dapat diambil
Peranan migrasi penduduk dalam proses integrasi bangsa

Meganthropus Paleojavanicus

Jenis manusia purba ini mempunyai bentuk yang paling primitif. Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di daerah Sangiran pada lapisan Pucangan (Pleistosen) tahun 1936 dan 1941. Hasil temuan fosil tersebut berupa rahan bawah manusia Meganthropus Paleojavanicus yang lain pada lapisan Kabuh (Pleistosen tengah) di Sangiran.

Meganthropus Paleojavanicus mempunyai tubuh yang kekar, berahang besar, dan diperkirakan sebagai manusia purba tertua. Rahangnya menunjukkan ciri manusia tetapi mendekati ciri kera, yaitu tidak berdagu. Meganthropus Paleojavanicus diduga hidup dua juta tahun yang lalu. Oleh karena fosil-fosil itu berukuran besar-besar, maka lalu diberi nama Meganthropus Paleojavanicus, yang artinya manusia primitif dari Jawa yang besar.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peranan bahasa melayu dalam proses integrasi bangsa
Peranan pelayaran dan perdagangan antarpulau
Peranan Islam dalam integrasi bangsa Indonesia
Proses Integrasi Bangsa Indonesia abad ke-16 – 19
Nilai-nilai peninggalan kerajaan-kerajaan Islam

Meganthropus Palaeojavanicus (manusia raksasa dari Jawa)

Meganthropus Palaeojavanicus adalah jenis manusia purba yang paling primitif (tua), ditemukan oleh Von Koenigswald di daerah Sangiran pada lapisan pleistosen bawah (lapisan pucangan) pada tahun 1936 dan 1941. hasil temuan fosil tersebut berupa tulang rahang bagian bawah dan atas. Pada tahun 1952 juga ditemukan rahang bawah manusia Meganthropus yang lain di lapisan Kabuh (pleistosen tengah) di Sangiran. Berdasarkan penelitian tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, Meganthropus Palaeojavanicus lebih kuat daripada Pithecanthropus Erectus. Manusia purba jenis Meganthropus Palaeojavanicus diperkirakan makanannya adalah tumbuh-tumbuhan. Karena makanannya tanpa melalui proses permasakan, maka gigi dan rahangnya besar dan kuat. Meganthropus Palaeojavanicus diperkirakan hidup pada 2 – 1 juta tahun yang lalu, berasal dari lapisan pleistosen bawah (fauna jetis) yang merupakan lapisan pleistosen tertua. Sampai sekarang belum ada penemuan perkakas atau alat yang digunakan oleh mereka, sehingga tidak diketahui bentuk kebudayaan yang ditinggalkan.

Artikel terkait kategori sejarah:
Penemu fosil manusia purba
Kerajaan Sriwijaya
Peradaban Lembah Sungai Indus
Babilonia Baru
Sarjana Perancis

Masa berburu dan mengumpulkan makanan atau meramu

a. Kondisi alam dan kehidupan manusia prasejarah
kehidupan manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan sangat bergantung kepada alam. Tempat manusia purba pada masa ini berada di daerah padang rumput dengan semak belukar atau hutan kecil yang berdekatan dengan sungai atau danau, dengan perlindungan dahan dan dedaunan. Selain itu manusia purba masa tersebut ada yang tinggal di dalam gua-gua untuk menghindari serangan binatang buas.

b. Jenis manusia purba
pada masa berburu dan mengumpulkan makanan di Indonesia dialami oleh manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus dan Homo Wajakensis.

c. Jenis kebudayaan dan peralatan hidup
jenis peralatan batu yang pernah ditemukan antara lain kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, dan serpih bilah. Dari temuan tersebut yang paling menonjol adalah kapak perimbas. Kapak perimbas tersebar di Indonesia. Pembuat alat dari batu yang masih kasar diduga adalah manusia jenis Pithecanthropus dan kebudayaannya disebut kebudayaan Palaeolitikum (batu tua). Alat tersebut ditemukan di daerah Punung, Pacitan, Jawa Timur, sehingga disebut kebudayaan Pacitan. Menurut para ahli, kebudayaan Pacitan merupakan budaya baru terawal di Indonesia dan terbanyak jumlahnya.

Artikel terkait kategori sejarah:
Nekara
Mesir Kuno
Jejak sejarah
Sejarah bercocok tanam padi
Jejak manusia prasejarah