Fosil manusia purba

Fosil yang memberikan gambaran bahwa manusia purba yang diperkirakan memiliki taraf manusia berpikir, adalah Homo Sapiens.

Fosil yang ditemukan di daerah Wajak, tidak jauh dari Tulungagung, Jawa Timur dinamakan Homo Wajakensis oleh Eugene Dubois.

Homo Wajakensis tengkoraknya berbeda dengan tengkorak bangsa Indonesia, tetapi lebih banyak persamaannya dengan tengkorak penduduk asli Australia.

Eugene Dubois memiliki dugaan bahwa Homo Wajakensis termasuk dalam ras Australoide.

Temuan Eugene Dubois yang dinamakan Homo Wajakensis berupa organ atas bagian tubuh seperti berikut: ruas leher, tengkorak, rahang atas dan bawah, tulang kering dan tulang paha.

Berikut ini adalah ciri-ciri Homo Sapiens:
– volume otaknya berkisar antara 1.000 sampai 1.300 cc
– tonjolan kening agak terputus di tengah
– otak kecilnya lebih besar daripada otak kecil Pithecanthropus Erectus
– berbadan tegap dengan tinggi kurang lebih 180 cm.

Homo Soloensis disebut juga dengan Pithecanthropus Soloensis.

Tonjolan kening Homo Soloensis terputus di tengah, yaitu di atas hidung.

Homo Sapiens berasal dari zaman Holosen.

Homo Sapiens memiliki ras yang tersebar di sebagian Asia Tenggara yang disebut ras Mongoloid.

Artikel terkait kategori sejarah:
Zaman batu
Kerajaan Mataram Kuno
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam
Budi utomo
Peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha

Pithecanthropus (manusia kera)

Pada tahun 1936 terdapat penemuan fosil manusia purba di Mojokerto berupa tengkorak anak-anak di Kepuhlagen. Fosil tersebut berada pada lapisan Pucangan (pleistosen bawah) dan dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis. Fosil ini merupakan fosil Pithecanthropus yang paling tua.

Ciri manusia purba jenis Pithecanthropus antara lain:
a.    Berbadan tegap
b.    Tinggi badan 165 – 180 cm
c.    Tulang rahang dan geraham kuat, pada bagian kening menonjol
d.    Wajah tidak mempunyai dagu
e.    Volume otak belum sempurna
f.    Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong
g.    Alat pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil
h.    Diperkirakan hidup 1 sampai 25 juta tahun yang lalu
i.    Makanannya masih kasar.

Artikel terkait kategori sejarah:
Tembok Berlin
Perang Dingin
Revolusi Hijau
Kerajaan Mataram
Penjajahan Portugis dan Belanda

Pithecanthropus Mojokertensis

G.H.R. Von Koenigswald pada tahun 1936 mengadakan penelitian di desa Perning dekat Mojokerto di Lembah Sungai Brantas dan menemukan fosil manusia purba yang lalu diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis yang artinya manusia kera dari Mojokerto, kemudian pada tahun 1939 Weidenreich dan Von Koenigswald menemukan jenis Pithecanthropus di Sangiran pada lapisan pleistosen bawah. Weidenreich memberikan nama fosil tersebut dengan nama Pithecanthropus Robustus, sedangkan Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis.

Artikel terkait kategori sejarah:
Politeisme
Zaman logam
Peradaban masyarakat prasejarah
Zaman prasejarah
Animisme

Ilmu sejarah, zaman prasejarah, paleontologi, fosil manusia purba

Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lampau disebut ilmu sejarah.

Ilmu yang mempelajari tentang fosil manusia purba disebut paleontologi.

Sisa-sisa makhluk hidup pada zaman purba yang telah membatu disebut fosil.

Perunggu dan besi digunakan oleh manusia purba yaitu pada masa perundagian.

Alat-alat pada zaman prasejarah yang telah ditinggalkan oleh manusia purba berupa batu halus adalah pada masa bercocok tanam.

Ciri khusus zaman batu tua antara lain belum mengenal seni.

Suatu tugu yang terbuat dari batu besar, sebagai tempat pemujaan arwah di zaman megalitikum adalah menhir.

Zaman yang sedikit peninggalannya, karena sifat barangnya yang berkarat adalah zaman besi.

Peninggalan yang tidak ditemukan di Indonesia adalah zaman tembaga dan besi.

Fosil-fosil manusia purba tertua di Indonesia berdasarkan penyelidikan para ahli ditemukan di daerah Sangiran.

Penemu fosil manusia purba di Wajak adalah Eugene Dubois.

Zaman batu madya disebut juga mesolitikum.

Kelebihan manusia dibanding dengan makhluk lain adalah adanya akal dan moral.

Pengertian manusia purba adalah manusia yang ditemukan dalam keadaan fosil.

Sumber sejarah yang bermanfaat bagi penelitian kehidupan manusia purba yaitu artefak dan fosil.

Artikel terkait kategori sejarah:
Isi Perjanjian Versailles
Kolonialisme Jepang
Pemerintah kolonial Jepang
Semboyan Revolusi Prancis
Nasionalisme Eropa

Homo wajakensis

Pada penggalian-penggalian selanjutnya ditemukan lagi fosil manusia purba yang hampir menyerupai manusia sekarang. Manusia purba ini diduga lebih cerdas dibanding jenis manusia purba lainnya. Sebabnya telah meninggalkan sisa-sisa kebudayaannya, yaitu berupa perkakas yang terbuat dari batu dan tulang. Manusia purba Indonesia jenis Homo ini fosilnya ditemukan di daerah wajak, dekat Tulung Agung, Jawa Timur. Para ahli menyebutnya sebagai Homo Wajakensis, artinya manusia dari wajak. Tinggi badannya sekitar 130 sampai 210 cm. Berat badannya sekitar 30 sampai 150 kg. Mukanya lebar, hidungnya juga lebar, dan mulutnya menonjol. Dahinya juga menonjol, tetapi tidak seperti dahi Pithecanthropus. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup antara 25.000 sampai 40.000 tahun yang lalu. Jenis Homo ini merupakan manusia purba termuda yang pernah hidup di Indonesia.

Artikel terkait kategori sejarah:
Tradisi Sejarah Masyarakat Sebelum Mengenal Tulisan
Tradisi Sejarah Masyarakat
Sejarah gerabah
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Mesir Kuno
Struktur Sosial Ekonomi Masyarakat Mesir Kuno