Sawah tadah hujan, sawah pasang surut, dan sawah lebak

Sawah tadah hujan adalah sawah yang pengairannya berasal dari air hujan. Pada sawah ini, tanaman padi sangat bergantung pada musim hujan. Setiap tahun petani dapat panen padi 1-2 kali. Untuk menghindari ancaman kekeringan pada musim kemarau, petani lebih banyak menanam padi 1 kali diselingi dengan tanaman palawija lainnya.

Sawah pasang surut adalah sawah yang pengairannya berasal dari air sungai yang melimpah ke daratan akibat tertahan oleh air laut yang pasang. Biasanya tersebar di daerah pantai dan rawa-rawa. Jenis padi yang ditanam berupa padi yang berbatang tinggi. Sawah pasang surut terdapat di pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, serta pantai selatan dan barat Kalimantan.

Sawah lebak adalah sawah yang terdapat di kiri-kanan sungai besar. Sawah ini memanfaatkan endapan sungai. Sawah jenis ini dapat dikerjakan saat musim kemarau dengan cara membuat petak-petak sawah. Sawah lebak terdapat di kiri-kanan Sungai Ogan dan Sungai Musi (Sumatra Selatan).

Artikel terkait kategori geografi
Ciri-ciri masyarakat desa
Masyarakat desa
Perkembangan kota

Incoming search terms:

  • jenis jenis sawah
  • jenis-jenis sawah
  • pengertian sawah lebak
  • perbedaan sawah tadah hujan dengan sawah irigasi
  • sawah lebak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>