Reaksi Kerajaan Ternate terhadap Portugis

Pada tahun 1521 bangsa Portugis datang ke Ternate. Bangsa Portugis mendapat sambutan baik dari Sultan Hairun karena Portugis diharapkan dapat membantu Ternate menyerang Tidore. Sultan Hairun mengizinkan Portugis mendirikan benteng Santo Paolo yang digunakan oleh Portugis untuk memusatkan kekuatan agar dapat melaksanakan penjajahan dan menguasai Maluku sebagai daerah sumber rempah-rempah. Namun, sikap baik Sultan Hairun dibalas dengan kekejaman. Ketika diundang dalam perayaan pesta perdamaian, Sultan Hairun dibunuh di benteng Portugis. Tindakan ini menyulut perlawanan rakyat Ternate. Perlawanan rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Baabullah putra Sultan Hairun. Portugis pun dapat diusir dari Ternate. Dengan sangat terpaksa, Portugis pindah ke Timor Timur dan Flores. Sultan Said pengganti Baabullah tetap mengambil garis keras terhadap Portugis. Sejak saat itu, Portugis tidak dapat lagi menanamkan pengaruhnya di Maluku. Selain penolakan Ternate, pengaruh kuat VOC telah hadir di Maluku.

Artikel terkait kategori sejarah:
Manusia purba zaman batu tua
Zaman batu dan zaman logam pada masa prasejarah
Perbedaan proses kebudayaan
Konferensi Asia Afrika
Perdamaian dunia

Lazada Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>