Rasio jenis kelamin dan rasio ketergantungan

Data kependudukan yang tersedia dapat digunakan untuk menentukan berbagai macam rencana pembangunan daerah. Berdasarkan data komposisi penduduk maka dapat diketahui rasio jenis kelamin dan rasio beban ketergantungan suatu daerah yang sangat berguna untuk menentukan kebijakan pembangunan.

1. Rasio jenis kelamin
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan. Rasio jenis kelamin menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki per 100 perempuan.
Angka rasio jenis kelamin di suatu daerah dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut.
a.    Rasio jenis kelamin bayi lahir.
b.    Tingkat kematian penduduk laki-laki dan perempuan.
c.    Tingkat migrasi penduduk laki-laki dan perempuan.
Di beberapa negara rasio jenis kelamin bayi lahir sekitar 103-105. Jadi, di negara itu terdapat kelahiran 103-105 bayi laki-laki dalam setiap seratus bayi perempuan.

2. Rasio ketergantungan
Rasio ketergantungan adalah perbandingan jumlah penduduk yang menjadi beban tanggungan dan jumlah penduduk yang bekerja. Dapat dikatakan pula rasio ketergantungan adalah rasio jumlah penduduk tidak produktif dengan jumlah penduduk produktif.
Penduduk kelompok umur 0-14 tahun disebut kelompok tidak produktif muda. Sementara itu, penduduk kelompok umur 65 tahun ke atas disebut kelompok tidak produktif tua. Penduduk kelompok umur 15-64 tahun disebut kelompok penduduk produktif atau penduduk yang bekerja.

Artikel terkait kategori geografi
Air
Peranan manusia dalam kerusakan lingkungan
Gejala kerusakan lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>