Perlawanan Trunojoyo (1674 – 1680)

Trunojoyo adalah seorang pangeran yang berasal dari Madura. Perlawanan ini tadinya ditujukan kepada pengganti Sultan Agung, yaitu Sultan Amangkurat I. Namun, karena Amangkurat I mau berkompromi dengan VOC, perlawanan Trunojoyo akhirnya ditujukan kepada VOC juga.

Trunojoyo mendapat bantuan dari beberapa pihak, antara lain Macan Wulung dari Madura Timur, Panembahan Romo dari Giri, Kraeng Galesung dan Monte Marano dari Bugis, serta Raden Kajoran dari Bagelen. Pada tahun 1677, Trunojoyo berhasil menduduki ibu kota Mataram, Plered. Amangkurat I melarikan diri dan meninggal di Tegalarum. Oleh karena itu, namanya terkenal dengan nama Sultan Tegalarum. Amangkurat I digantikan oleh Amangkurat II, ibu kota Mataram dipindah ke Kartasura. Dengan bantuan VOC di bawah pimpinan Anthoni Hurd dan Kapiten Jonker, Amangkurat II berhasil meredam perlawanan Trunojoyo.

Trunojoyo kemudian dibunuh oleh Sultan Amangkurat II. Sebagai upah VOC dalam membantu menumpas perlawanan Trunojoyo, pada tahun 1678 diadakan perjanjian antara VOC dengan Sultan Amangkurat II, yang isinya:
a.    Daerah Karawang, sebagian Priangan dan Semarang diserahkan kepada VOC.
b.    VOC bebas berdagang di wilayah Mataram dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak.
c.    Semua daerah pantai utara Jawa diserahkan kepada VOC.

Artikel terkait kategori sejarah:
Mata Pencaharian Penduduk di Kerajaan Bali
Kerajaan Bali
Corak Kehidupan Masyarakat dan Struktur Sosial
Kehidupan Sosial dan Ekonomi Kerajaan Sunda
Kepemimpinan di Kerajaan Sunda

6 thoughts on “Perlawanan Trunojoyo (1674 – 1680)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>