Pelapukan fisis atau pelapukan mekanis

Pada pelapukan fisis atau pelapukan mekanis ini, batu-batuan akan mengalami perusakan fisik. Yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus. Pelapukan fisis disebut juga sebagai pelapukan mekanis, sebab peristiwa proses penyebabnya berlangsung secara mekanis. Termasuk pelapukan fisis adalah perusakan karena:
a.    Perbedaan temperatur yang besar. Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental, atau yang beriklim gurun. Di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 derajat Celcius. Akibatnya batu-batuan besar dapat pecah atau retak-retak.
b.    Bekunya air tanah atau bekunya air dalam pori-pori batuan. Air yang beku volumenya berkembang. Perkembangan ini menimbulkan tekanan. Karena tekanan ini batu-batuan dapat menjadi rusak. Di daerah yang beriklim sedang, pembekuan itu sangat hebat. Jika temperaturnya rendah sekali, maka yang beku mula-mula adalah air tanah bagian atas.
c.    Mengkristalnya air garam. Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garamnya mengkristal. Kristal-kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batu-batuan di sekitarnya.
d.    Akibat erosi di daerah pegunungan.

Artikel terkait kategori biologi:
Lidah, hidung, dan kulit sebagai alat indera
Ginjal
Hubungan timbal balik komponen biotik dengan abiotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>