Homo Wajakensis, Homo Sapiens, Homo Soloensis

Homo mempunyai arti “manusia”. Jenis manusia purba ini adalah manusia purba yang paling maju dibandingkan dengan manusia purba yang lainnya, seperti Meganthropus dan Pithecanthropus. Penemuan fosil jenis homo diawali pada tahun 1889, ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian dari tengkorak dan rangka manusia di daerah dekat Tulungagung, Jawa Timur. Temuan tersebut selanjutnya diselidiki oleh Dr. Eugene Dubois dan menamainya dengan Homo Wajakensis (karena ditemukan di daerah Wajak). Lapisan asalnya adalah pleistosen atas. Homo Wajakensis termasuk ras asli Australia. Von Koenigswald menyatakan bahwa Homo Wajakensis mungkin dapat dimasukkan ke dalam jenis Homo Sapiens yang artinya manusia cerdas. Sementara itu ahli geologi yang lain Ter Haar pada tahun 1931 menemukan lapisan tanah Ngandong (Ngawi) dekat lembah Sungai Bengawan Solo dengan fosil yang dinamakan Homo Soloensis. Selanjutnya Ir. Oppenoorth pada tahun 1931 – 1932 menemukan fosil tengkorak dan tulang betis di Ngandong dari makhluk Homo Soloensis (ada juga yang menamakannya Pithecanthropus Soloensis) dari lapisan pleistosen atas.

Artikel terkait kategori sejarah:
Tembok Besar Cina
Traktat Sumatera 1871
Penindasan kolonial Hindia Belanda
Revolusi industri di Inggris
Tulisan sejarah

Lazada Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>