Gaya bahasa perbandingan: personifikasi, metafora, asosiasi, metonimia, litotes, eufimisme, hiperbola, antonomasia

Personifikasi
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan benda mati yang diperlakukan seperti manusia.
Contoh: – lonceng memanggil para murid agar segera berkumpul.

Metafora
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan suatu kata yang maknanya sejalan dengan yang berupa ungkapan.
Contoh: – sang raja siang bersinar di ufuk timur.

Asosiasi
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan suatu benda yang telah disebutkan dengan benda lain.
Contoh: – mukanya pucat bagai mayat. – semangatnya kuat bagai baja.

Metonimia
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan suatu benda dengan benda lain yang mempunyai nama atau judul.
Contoh: – ia membawa Hai dari sekolah. – ia kemarin membeli Levis.

Litotes
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan kata yang berlawanan arti dengan maksud merendahkan diri.
Contoh: – sudikah anda mampir sebentar ke gubuk kami?

Eufimisme
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan kata lain untuk menghaluskan suatu maksud.
Contoh: – pemuda itu telah berubah akal.

Hiperbola
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan menggunakan kata secara berlebihan maknanya.
Contoh: – air matanya menganak sungai.

Antonomasia
Ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan kata lain yang sesuai dengan sifatnya.
Contoh: – si pincang itu bermain bersama teman-temannya.

Artikel terkait kategori bahasa Indonesia:
Cara menulis cerpen
Membuat drama
Puisi lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>