Curah hujan, suhu udara, dan angin

Uap air di udara lambat laun mencapai titik jenuh dan mengalami pengembunan (kondensasi), dan turun sebagai titik-titik air yang disebut hujan. Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan menjadi hujan orografis, zenithal, dan frontal. Wilayah Indonesia yang memiliki curah hujan tertinggi terdapat di daerah kranggan, lereng barat gunung slamet. Daerah yang memiliki curah hujan paling rendah terdapat di kota palu, ibu kota sulawesi tengah.

Suhu udara menunjukkan tingkat kepanasan atau kedinginan udara. Suhu udara dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut:
a.    Ketinggian tempat
b.    Letak lintang (posisi geografis)
c.    Topografi atau relief permukaan bumi
d.    Sudut datang sinar matahari
e.    Lama penyinaran matahari
f.    Kelembapan dan tutupan awan
g.    Jenis permukaan tanah
h.    Arus laut
i.    Jarak dari laut.

Suhu udara mengalami penurunan seiring dengan kenaikan ketinggian suatu tempat. Rata-rata suhu turun 0,6 derajat celcius setiap pertambahan ketinggian 100 m.

Angin adalah udara yang bergerak. Angin bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Jenis-jenis angin adalah sebagai berikut:
a. Angin muson
Angin muson memengaruhi musim hujan dan kemarau di Indonesia. Setiap enam bulan angin muson berganti arah. Angin muson di Indonesia adalah sebagai berikut:
1.    Angin muson barat
2.    Angin muson timur.

b. Angin lokal
Angin lokal adalah angin yang bertiup di daerah setempat. Beberapa jenis angin lokal adalah angin darat, laut, gunung, lembah, fohn, serta siklon dan antisiklon.

Artikel terkait kategori geografi
Dampak urbanisasi
Teori lempeng tektonik
Teori kabut, planetesimal, proto planet, dan teori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>