Category Archives: Sejarah

Polis Sparta

Dijalankannya pemerintahan militer Sparta berkaitan dengan upaya mereka mempertahankan kekuatan atas musuh-musuhnya. Setiap penaklukkan musuh diikuti dengan penangkapan budak-budak sehingga jumlah budak berlipat ganda dibandingkan dengan pemiliknya, dengan perbandingan 20:1.
Pendidikan Militer
Untuk mencegah timbulnya pemberontakan budak-budak itu, polis Sparta mengembangkan sistem pendidikan militer. Setiap anak laki-laki diseleksi fisiknya, yang sehat dan kuat dididik di sekolah militer yang diselenggarakan negara, sedangkan yang lemah dibiarkan mati tanpa diurus.
Pada usia 20 tahun anak yang telah mendapat pendidikan militer diizinkan untuk kawin dan tinggal di barak-barak militer. Pada usia 30 tahun mereka diberi tanah serta budak-budak yang akan mengolahnya. Dengan sistem ini, Sparta yang berpenduduk 25.000 laki-laki menjadi negara kota terkuat di Yunani. Sistem ini juga merupakan satu cara pendidikan kewarganegaraan untuk menjadikan warganya Spartan: yang akhirnya sangat dikagumi oleh seluruh bangsa Yunani.

Artikel terkait kategori sejarah:
Awal Munculnya Kebudayaan Hindu-Budha
Warisan Peradaban Romawi
Imperium Romawi
Peradaban Romawi Kuno
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Filsafat

Incoming search terms:

  • Jelaskan usaha pemerintah sparta untuk membentuk militer yang kuat

Kebudayaan Kreta

Peradaban Yunani bukanlah peradaban pertama di kawasan ini. Sebelumnya telah tumbuh peradaban Pulau Kreta yang dikembangkan oleh bangsa Minoa dan membentuk imperium yang berlangsung selama kurang lebih 16 abad (3000-1450 SM). Diperkirakan bahwa peradaban Yunani berasal dari pulau Kreta. Pengetahuan kita mengenai peradaban Pulau Kreta diperoleh melalui Iliad yaitu berupa epos Yunani yang dikarang oleh Homerus pada abad ke-8 SM. Dalam epos yang berbentuk puisi itu diceritakan mengenai kemarahan pahlawan bernama Akhiles selama pengepungan kota Troya.
Menyimpulkan bahwa pulau itu menjadi pusat peradaban Minoa. Bangsa Minoa adalah bangsa pedagang yang menguasai jalur Laut Aegia dan Laut Tengah sebelah timur. Mereka berdagang dengan bangsa Mesir dan Suriah. Barang-barang yang didagangkan antara lain keramik, tekstil, dan benda-benda logam. Dari kegiatan dagang tersebut terjadilah pertukaran budaya. Mereka juga mengadakan hubungan dagang dengan daratan Yunani terutama dengan penduduk yang tinggal di kota Mysenaea. Dari hubungan tersebut terjadi pertukaran budaya sehingga kebudayaan Kreta juga menyebar ke daratan Yunani. Hubungan damai antara Kreta dengan Mysenaea hanya berlangsung selama 200 tahun.

Artikel terkait kategori sejarah:
Kehidupan Sehari-hari di Yunani Kuno
Kebudayaan dan Peradaban Hellenik
Alexander Agung dari Macedonia
Polis Athena
Keberadaan Polis (Negara kota)

Incoming search terms:

  • unsur intrinsik asal mula kota surabaya
  • kumpulan gambar peradaban pulau kreta

Perbandingan ciri-ciri manusia purba

Ciri-ciri masing-masing jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Marilah sekarang kita bandingkan jenis-jenis manusia purba itu.
1.    Meganthropus Palaeojavanicus
a.    Tulang rahang bawah sangat besar
b.    Menunjukkan ciri manusia, tetapi tetap memiliki ciri kera, yaitu tidak berdagu
c.    Bertubuh sangat besar
d.    Termasuk jenis manusia purba tertua.

2.    Pithecanthropus Erectus
a.    Memiliki ciri kera lebih nyata daripada ciri manusia
b.    Lebih muda daripada Meganthropus
c.    Ciri manusia yang dimiliki sedikit sekali.

3.    Jenis Homo
Lebih banyak mempunyai ciri manusia.

Manusia purba mengalami perubahan beribu tahun hingga makin lama makin sempurna, akhirnya berwujud seperti manusia sekarang ini. Manusia seperti kita sekarang ini disebut Homo Sapiens, artinya manusia bijaksana.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peradaban Mysenaea
Kerajaan Majapahit
Imperium Romanum
Pelajaran yang dapat diambil
Peranan migrasi penduduk dalam proses integrasi bangsa

Meganthropus Paleojavanicus

Jenis manusia purba ini mempunyai bentuk yang paling primitif. Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di daerah Sangiran pada lapisan Pucangan (Pleistosen) tahun 1936 dan 1941. Hasil temuan fosil tersebut berupa rahan bawah manusia Meganthropus Paleojavanicus yang lain pada lapisan Kabuh (Pleistosen tengah) di Sangiran.

Meganthropus Paleojavanicus mempunyai tubuh yang kekar, berahang besar, dan diperkirakan sebagai manusia purba tertua. Rahangnya menunjukkan ciri manusia tetapi mendekati ciri kera, yaitu tidak berdagu. Meganthropus Paleojavanicus diduga hidup dua juta tahun yang lalu. Oleh karena fosil-fosil itu berukuran besar-besar, maka lalu diberi nama Meganthropus Paleojavanicus, yang artinya manusia primitif dari Jawa yang besar.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peranan bahasa melayu dalam proses integrasi bangsa
Peranan pelayaran dan perdagangan antarpulau
Peranan Islam dalam integrasi bangsa Indonesia
Proses Integrasi Bangsa Indonesia abad ke-16 – 19
Nilai-nilai peninggalan kerajaan-kerajaan Islam

Corak kehidupan nenek moyang

Akhir zaman prasejarah, nenek moyang kita sudah memiliki cara hidup seperti berikut ini:
1.    Mereka telah mengenal hidup menetap, bercocok tanam, dan beternak.
2.    Mereka telah bertempat tinggal di pantai, serta hidup dari hasil perikanan, pelayaran, dan perdagangan.
3.    Mereka telah hidup menetap serta membentuk kampong dan desa.

Menjelang memasuki zaman sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia telah menguasai 10 macam kepandaian seperti berikut ini:
1.    Berlayar
2.    Bersawah
3.    Mengenal astronomi
4.    Mengatur masyarakat
5.    Seni macapat
6.    Seni wayang
7.    Seni gamelan
8.    Seni batik
9.    Seni membuat barang dari logam
10.    Berdagang.

Artikel terkait kategori sejarah:
Kerajaan-Kerajaan Islam di Maluku
Kerajaan Makasar
Kerajaan Mataram
Kerajaan Banten
Awal Kemunduran Majapahit

Incoming search terms:

  • lingkungan geografis tempat tinggal udang windu

Fase pertukangan

Pada masa pertukangan atau perundagian ini, merupakan perkembangan masa bercocok tanam. Pada masa ini, mata pencaharian pokok manusia masih bercocok tanam serta sebagian lagi berburu dan meramu, tetapi peralatan yang digunakan dan teknik pengerjaannya sudah lebih maju. Undagi adalah sekelompok orang yang memiliki keahlian menciptakan suatu barang. Mereka menguasai beberapa teknik pembuatan barang mulai dari teknik cetak, pandai besi sampai konstruksi. Karena terbatasnya jumlah bahan logam dan tidak setiap daerah ada padahal yang membutuhkan makin banyak, maka mulailah terjadi aktivitas perdagangan secara barter, karena belum ada uang. Setelah kegiatan bertani menetap, maka manusia mulai hidup bersama secara teratur, tertib, aman, dan tenteram sehingga dapat melahirkan kebudayaan yang lebih tinggi nilainya daripada masa-masa sebelumnya.

Artikel terkait kategori sejarah:
Kemajuan Bidang Kesusastraan
Hasil Kebudayaan
Masa Pemerintahan Hayam Wuruk
Kerajaan Majapahit (1293-1528)
Balas Dendam Raden Wijaya

Sejarah uang di Indonesia

Sejarah uang di Indonesia diawali sesudah proklamasi tahun 1945. pada saat itu pemerintah mulai merasakan perlunya mengeluarkan uang republik. Uang tersebut tidak sekedar berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi lambang kedaulatan pemerintah, serta sebagai alat untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia internasional.

Sebelumnya di Indonesia berlaku tiga macam mata uang, yaitu uang rupiah De Javasche Bank, uang gulden, dan uang Jepang.

Pada tanggal 30 Oktober 1946 secara resmi beredar mata uang pertama Indonesia. mata uang itu disebut ORI atau Oeang Repoeblik Indonesia. ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernilai satu sen. Gambar muka adalah keris terhunus. Gambar belakang berupa teks UUD 1945. Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering ditampilkan dalam desain uang kertas ORI seri berikutnya. Sementara uang logam pertama dicetak pada tanggal 30 September 1957.

Artikel terkait kategori sejarah:
Perseteruan Singasari dan Mongol
Kerajaan Singasari (1222-1292)
Akulturasi dalam Bidang Arsitektur
Akulturasi dan Sinkretisme
Beberapa Hipotesis Hubungan Dagang

Zaman sebelum mengenal uang

Pada masa ini orang sama sekali belum mengenal uang ataupun pertukaran. Mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan usaha sendiri. kehidupan digantungkan pada alam. Mereka berburu, menangkap ikan, serta mencari buah dan umbi-umbian sebagai bahan makanan. Untuk pakaian mereka menggunakan kulit kayu atau binatang dan daun-daunan. Mereka tinggal di gua dan berpindah-pindah. Semua yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Perkembangan selanjutnya, menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka harus mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkannya. Mereka tidak memperhitungkan apakah barang yang mereka tukarkan tersebut nilainya seimbang atau tidak. Misalnya, seikat umbi-umbian ditukar dengan seekkor ayam. Pertukaran barang dengan barang ini disebut barter.

Pada akhirnya, pertukaran barang dengan cara barter banyak menemui kesulitan. Kesulitan tersebut di antaranya sebagai berikut:
a.    Kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan mau menukarkan barang yang dimilikinya.
b.    Kesulitan untuk memperoleh barang yang diperlukan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya.

Artikel terkait kategori sejarah:
Awal Munculnya Pengaruh Budaya Hindu-Budha
Kerajaan Bali
Kerajaan Kediri
Airlangga
Kerajaan Mataram Hindu

Sejarah seni tari

Seni tari terus tumbuh dan berkembang sejak zaman prasejarah, sejarah, sampai modern. Ini terlihat dari perkembangan geraknya. Dari yang sangat sederhana, sederhana, terkonsep secara estetis, sampai tidak beraturan atau bebas.

Karya tari pada zaman prasejarah betul-betul berbentuk ungkapan ekspresif. Rasa senang dan sedih diungkapkan dengan gerak hentakan kaki, tepukan tangan, jeritan, bahkan berguling-guling.

Pada zaman sejarah bentuk-bentuk gerak tari sudah mengarah pada maksud atau tujuan kegunaan menari. Tari tidak hanya sebagai ungkapan perasaan tetapi sebagai sarana hiburan dan persembahan. Karena seni lain juga sudah berkembang, unsur-unsur pendukung tari seperti busana, properti atau perlengkapan tari, rias, dan musik juga telah lebih maju.

Pada masa inilah muncul tari tradisional kerakyatan dan tari tradisional klasik. Bentuk gerak tari zaman modern betul-betul digarap dengan gaya baru yang lebih bebas. Misalnya cara manusia terbang; hewan bernyanyi dan bermain di taman; orang berjalan seperti robot, dan lain-lain.

Artikel terkait kategori sejarah:
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Ho-ling atau Kalingga
Kerajaan Tarumanagara
Kepercayaan bangsa Mesir kuno
Pemerintahan Firaun

Perhiasan perunggu

Perhiasan perunggu di Asia Tenggara merupakan bagian dari kebudayaan Dongson, Vienam karena di daerah Dongson ditemukan segala macam benda-benda perunggu seperti nekara, kapak corong, bejana, dan perhiasan dari perunggu.

Para ahli menafsirkan bahwa kebudayaan perunggu tersebar dari daerah Dongson ke Asia Tenggara termasuk ke Indonesia. Victor Golobaw menyatakan bahwa kebudayaan perunggu berkembang sejak abad pertengahan sebelum tarikh masehi. Pendapatnya ini diperkuat dengan penemuan mata uang Cina dari Dinasti Han. Sedangkan van Heine Geldern menyatakan bahwa kebudayaan Dongson paling muda berasal dari masa 300 SM. Pendapatnya ini diperkuat dengan hasil penyelidikan dari hiasan nekara Dongson yang tidak memiliki persamaan dengan hiasan Cina dari Dinasti Han. Kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan kebudayaan Dongson.

Artikel terkait kategori sejarah:
Peradaban Lembah Sungai Nil
Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris
Peradaban Lembah Sungai Kuning
Peradaban Lembah Sungai Gangga
Peradaban Lembah Sungai Indus

Incoming search terms:

  • benda benda perunggu yang termasuk perhiasan
  • fungsi perhiasan perunggu
  • pengertian perhiasan perunggu