Cara pengukuran jarak dan arah dalam peta

Untuk mengukur jarak lurus sebenarnya kita harus mengetahui skala peta lebih dahulu. Jika jaraknya berbelok-belok (sungai, jalan) maka diperlukan benang yang diletakkan pada gambar sesuai dengan bentuknya, kemudian kita panjangkan dan diukur.

Untuk menentukan arah diperlukan Magnetik Azimuth yaitu pengukuran sudut dari arah utara searah dengan jarum jam, yang besarnya adalah 0 – 3600.

Lokasi suatu wilayah di permukaan bumi dapat ditentukan dengan beberapa cara antara lain:
1)    Paralel meridian: menentukan letak suatu wilayah dengan garis lintang dan garis bujur. Misalnya letak Indonesia 6 derajat LU – 110 derajat LS dan 95 derajat BT – 141 derajat BT.
2)    Jarak dengan arah: menentukan letak berdasarkan azimuth dan jarak. Contoh: azimuth B terhadap A = 45 derajat, sedangkan jarak A – B = 5 km.
3)    Jarak dengan jarak: lokasi ditentukan dengan jarak dan jarak dari titik tertentu sebagai titik pangkal (0,0).
4)    Arah dengan arah: menentukan lokasi dengan dua arah yang diketahui azimuthnya.

Artikel terkait kategori geografi
Sketsa, peta topografi, peta wisata, peta tanah
Syarat peta yang baik, simbol peta, peta berwarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>