Baku mutu air dan baku mutu tanah

Baku mutu air golongan A sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Nomor: Kep. 02/MENKLH/I/1988 adalah: kalsium (Cal) = 200; Magnesium (Mg) = 150; Barium (Ba) = 0,05; Besi (Fe) = 1; Mangan (Mn) = 0,5; Tembaga (Cu) = 1; Seng (Zn) = 15; Krom heksavalen (Cr6+) = 0,05; Kadmium (Cd) = 0,01; Raksa (Hg) = 0,01; Timbal (Pb) = 0,1; Arsen (As) = 0,05; Selenium (Se) = 0,01.

Kualitas air ditetapkan menjadi 4 kelas (PP Nomor 22 Tahun 2001):
1.    kelas 1 untuk air minum
2.    kelas 2 untuk sarana prasarana rekreasi, ikan air tawar, peternakan, dan pertanaman
3.    kelas 3 untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan pertanaman
4.    kelas 4 untuk mengairi pertanaman.

Baku mutu tanah belum dapat diukur, tetapi indikatornya diukur secara kuantitatif berdasarkan fungsi berupa tekstur tanah, kedalaman tanah, infiltrasi, berat jenis, kemampuan tanah menyerap atau mengikat air, C organik, N, K, P, pH, daya hantar listrik, biomassa mikroba, potensi N dapat dimineralisasi, respirasi tanah dan logam berat (merkuri, Hg, timbal, Pb dan kadmium, Cd).

Artikel terkait kategori biologi:
Pembuluh darah
Jantung
Kulit

Incoming search terms:

  • baku mutu lingkungan tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>