Amelioratif, peyoratif, meluas, menyempit, asosiasi, dan sinestesia

Amelioratif adalah makna kata sekarang dirasakan lebih baik atau tinggi daripada sebelumnya atau semula.
Contoh: perempuan  wanita, bini  istri.

Peyoratif adalah makna kata sekarang dirasakan kurang baik daripada sebelumnya atau semula.
Contoh: gerombolan, kaki tangan, hostes, penjilat.

Meluas adalah cakupan makna sekarang lebih luas daripada makna lama.
Contoh: berlayar, saudara, bapak, ibu, anak.

Menyempit adalah cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna lama.
Contoh: madrasah, sarjana, pendeta.

Asosiasi adalah makna yang muncul karena persamaan sifat.
Contoh: mengocok, menumbangkan, pelicin, amplop.

Sinestesia adalah makna yang muncul karena pertukaran tanggapan dua indera.
Contoh: kata-katanya kasar, dia tersenyum manis.

Apelativa adalah penyebutan sesuatu berdasarkan:
–    anamatope atau tiruan bunyi, contoh: cecak, tokek
–    perbuatan, contoh: kuli tinta (wartawan), kawin hansip
–    penemu, contoh: ikan mujair
1)    tempat, contoh: dodol garut
2)    bahan, contoh: kain sutera, karung goni
3)    sifat menonjol, contoh: si hitam.

Artikel terkait kategori bahasa Indonesia:
Kumpulan peribahasa Indonesia II
Kumpulan peribahasa Indonesia I
Koleksi peribahasa

One thought on “Amelioratif, peyoratif, meluas, menyempit, asosiasi, dan sinestesia”

  1. Tolong dong kasih tau contoh kalimat elipsis dong, abis di lks b.indonesia ku ada elipsis elipsisnya. Pliiiissssss yah :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>