Masa kolonial di Indonesia

Wilayah Indonesia pada waktu itu merupakan pusat daerah penghasil rempah-rempah. Banyak pedagang dari luar Indonesia mencari rempah-rempah ke Indonesia. Para pedagang bangsa Eropa yang datang ke wilayah Indonesia tidak hanya untuk berdagang dan mencari rempah-rempah, melainkan mereka juga melakukan penguasaan terhadap daerah-daerah yang disinggahinya. Penguasaan terhadap daerah-daerah inilah yang kemudian menimbulkan sistem kolonial atau penjajahan. Bangsa-bangsa Eropa yang pernah menguasai wilayah Indonesia di antaranya adalah: Portugis, Belanda (VOC), Perancis (Daendels), Inggris (Raffles), kolonial Belanda.

Pada masa kekuasaan pemeritnahan kolonial itu, muncul perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Namun perlawanan-perlawanan tersebut tidak pernah berhasil mengusir pemerintahan kolonial dari wilayah Indonesia. Penguasa kolonial sering mempergunakan politik adu domba (divide et impera) ketika menghadapi setiap perlawanan dari bangsa Indonesia.

Setiap perlawanan tersebut tidak dapat mengakhiri kekuasaan kaum kolonial terutama Belanda di Indonesia, bahkan kedudukan belanda semakin bertambah kuat. Hal ini disebabkan belum adanya rasa persatuan di antara daerah-daerah yang berperang. Selain itu, persenjataan yang dimiliki masih sangat sederhana sehingga tidak dapat mengimbangi kaum kolonial.

Artikel terkait kategori sejarah:
Perlawanan Rakyat Bali
Perlawanan Rakyat Aceh (1873-1904)
Perang Padri (1821-1837)
Perlawanan Rakyat Mataram terhadap VOC
Perlawanan Rakyat Banten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>