Teori individualisme

Teori ini muncul di tengah-tengah peradaban reformasi barat, kurang lebih pada abad XVII dan XVIII. Teori ini muncul sebagai anti klimaks dari penguasa monarki absolut. Mereka gandrung menyuarakan Liberte, Egalite, dan Fraternite. Mereka juga mengembangkan pemikiran-pemikiran rasionalisme dan humanisme sebagai buah dari Revolusi Perancis dan Revolusi Industri. Individualisme atau Liberalisme dalam arti luas dapat dikatakan sebagai usaha perjuangan menuju kebebasan. Pelopor Liberalisme dalam bidang politik, antara lain John Locke, Voltaire, Montesquieu, J.J. Rousseau, dan Immanuel Kant. Dalam bidang ekonomi, liberalisme baru muncul di abad XIX dipelopori oleh Adam Smith. Ia kemudian dijuluki sebagai bapak kapitalisme.

Dalam pandangan individualisme, kepentingan individu harus ditempatkan pada tujuan hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran hidup sebanyak-banyaknya.

Negara tidak boleh campur tangan dalam urusan pribadi, ekonomi, dan agama warganya. Tujuan pembentukan negara hanya berfungsi sebagai “Penjaga Malam”, yaitu sekedar menjaga keamanan dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan seluas-luasnya dalam memperjuangkan kehidupannya. Teori ini banyak diterapkan di sebagian besar negara-negara Eropa dan Amerika.

Incoming search terms:

  • kelebihan dan kekurangan teori individualisme
  • arti teori individualisme
  • keuntungan dan kekurangan teori individualisme
  • pegertian teori individualistik
  • pengertian teori liberalisme individualistik
sepatu pria murah sepatu wanita murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>