Tenaga Eksogen dan Endogen yang Menyebabkan Terjadinya Bentuk Muka Bumi

Bentuk muka bumi dari waktu ke waktu, secara alami, senantiasa mengalami proses perubahan. Bentuk muka bumi secara alami dapat dipengaruhi oleh tenaga dari dalam bumi dan tenaga dari luar bumi. Tenaga dari luar bumi disebut tenaga eksogen, yang meliputi kekuatan angin, air mengalir, gravitasi, dan gletser. Tenaga dari dalam bumi sering disebut sebagai endogen meliputi vulkanisme (aktivitas gunung api) dan tektonisme (pergerakan lapisan bumi).
Proses perubahan bentuk muka bumi secara alami dapat terjadi secara cepat maupun lambat. Cepat atau lambatnya proses alam yang menyebabkan perubahan bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tenaga geologi. Tenaga geologi adalah kekuatan-kekuatan alami atau energi yang berpengaruh terhadap bentuk muka bumi.

Proses Terbentuknya Jalur Gunung Api di Indonesia

Menurut hasil penelitian para ahli geologi, lempeng India-Australia yang berada di dasar samudera sebelah selatan Indonesia telah bertabrakan dengan lempeng Eurasia (daratan Benua Eropa dan Asia) di sepanjang lempeng bagian selatan Indonesia. Di tempat ini, lempeng India—Australia terdesak dan menyusup ke bawah Kepulauan Indonesia.
Proses tabrakan antarlempeng yang kemudian terjadi penyusupan suatu lempeng benua ke lempeng benua lainnya atau yang sering disebut dengan penunjaman (subduction). Penunjaman lempeng India—Australia ke bawah Kepulauan lndonesia sudah berjalan lama dan diperkirakan mulai 70 juta tahun yang lalu dengan kedalaman sekitar 1.200 km. Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan Indonesia bagian timur, tepatnya di sekitar Kepulauan Maluku, Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua). Di daerah ini lempeng Pasifik mengalami penunjaman ke bawah lempeng Eurasia.
Proses penunjaman tersebut menimbulkan getaran atau gempa bumi di Indonesia dan melepaskan panas yang menyebabkan melelehnya batuan, sehingga menghasilkan magma. Lelehan batuan (magma) yang panas merupakan sumber energi yang dapat mendesak permukaan bumi dan kemudian muncul sebagai gunung api, dan membentuk deretan gunung api. Di sepanjang jalur pegunungan api ini, banyak terjadi gempa.

Penyebab dan Dampak Banjir serta Usaha Mengurangi Risiko Banjir

Banjir merupakan salah satu gejala geosfer yang sering terjadi tiap tahun di Indonesia. Banjir ini terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Faktor-faktor penyebab banjir dirumuskan berikut ini.
1. Penggundulan hutan secara tidak terencana.
2. Pembuangan sampah di sungai dan selokan.
3. Sulit meresapnya air hujan di tanah perkotaan, karena tanah perkotaan banyak tertutup semen beton dan aspal.
4. Rusaknya tanggul-tanggul sungai dan banyaknya sungai yang dangkal dengan aliran sungai yang berkelok-kelok.

Banjir menjadi permasalahan yang sering melanda Indonesia. Terjadinya banjir mengakibatkan beberapa dampak berikut ini.
1. Mendatangkan kerugian bagi manusia, seperti rumah, jalan, dan jembatan yang rusak.
2. Daerah sawah yang tergenang air menyebabkan gagal panen.
3. Daerah permukiman penduduk yang terkena banjir akan terjadi polusi air dan menyebabkan penyebaran penyakit perut dan kulit.

Banjir harus dihindari dan dicegah, agar tidak menyengsarakan manusia. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko banjir.
1. Menjaga kelestarian hutan.
2. Melakukan reboisasi di kawasan hutan yang gundul.
3. Melakukan pemeliharaan DAS, agar fungsinya tetap berjalan.
4. Membangun saluran air, seperti kanal, bendungan, dan tanggul.
5. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
6. Melakukan pengerukan sungai.
7. Membuat biopori di lingkungan sekitar.

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 7 tahun 1992 kita mengenal bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dalam menjalankan operasinya, BPR dilarang:
1) menerima simpanan dalam bentuk giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran,
2) melakukan kegiatan usaha valuta asing,
3) melakukan penyertaan modal, dan
4) melakukan usaha perasuransian.
Izin usaha BPR diberikan oleh Bank Indonesia. Bentuk badan hukum BPR dapat berupa :
1) perusahaan daerah,
2) koperasi,
3) perseroan terbatas, dan
4) bentuk lain yang sesuai dengan peraturan pemerintah.
Jika dilihat dari segi hukum, maka:
1) BPR hanya dapat didirikan dan dimiliki oleh warga negara Indonesia, badan-badan hukum Indonesia yang seluruh pemiliknya warga negara Indonesia, pemerintah daerah atau dapat dimiliki bersama di antara ketiganya,
2) BPR yang berbentuk koperasi, kepemilikannya diatur berdasarkan ketentuan dalam undang-undang tentang perkoperasian yang berlaku, serta
3) BPR yang berbentuk PT dan sahamnya diterbitkan atas nama BPR hanya boleh didirikan di desa-desa di wilayah kecamatan di luar kota ibu kota negara, ibu kota propinsi, ibu kota kabupaten dan kota dengan modal minimal sebesar Rp50 juta.

Nilai Uang

Pada dasarnya nilai uang terdiri dari nilai intrinsik dan nilai nominal. Apabila uang diukur dengan daya belinya, dikenal nilai riil. Nilai riil adalah nilai yang dapat diukur dengan sejumlah barang yang menunjukkan daya beli uang tersebut. Nilai riil erat kaitannya dengan uang sebagai alat tukar. Hubungan antara harga barang dengan nilai harga tersebut merupakan cerminan bahwa uang memiliki nilai riil dan hal itu merupakan nilai internal uang.
Dengan adanya globalisasi ekonomi, nilai uang tidak hanya ditunjukkan oleh kemampuannya untuk memperoleh sejumlah barang/jasa, namun lebih jauh berhubungan pula dengan mata uang asing yang dinyatakan dengan kurs valuta asing. Apabila daya beli uang diukur dengan mata uang asing, maka uang tersebut memiliki nilai eksternal. Baik nilai internal maupun nilai eksternal menunjukkan daya beli uang tersebut.

Manfaat Laut

Laut yang merupakan wilayah perairan menyimpan sumber daya alam yang sangat beragam jenisnya. Sumber daya alam tersebut berperan penting dalam kehidupan. Berikut ini beberapa bentuk manfaat laut bagi kehidupan.
1. Sebagai sumber penghasil beragam jenis ikam, kerang, dan rumput laut.
2. Di tempat-tempat tertentu wilayah laut mengandung sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas alam.
3. Sebagai jalur transportasi yang menghubungkan antarpulau negara, dan benua.
4. Sebagai tempat budidaya ikan, kerang mutiara, dan rumput laut.
5. Sebagai sumber air minum dengan terlebih dahulu diproses melalui desalinasi, yaitu proses membuat air tawar dari air laut.
6. Sebagai tempat rekreasi dan olahraga.
7. Sebagai sumber pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga gelombang air laut dan angin.

Manfaat Air Tanah

Air tanah selalu kita manfaat dalam kehidupan. Bahkan, kita tidak dapat terlepas dari kegiatan pemanfaatan sumber daya alam ini. Berikut beberapa manfaat air tanah bagi kehidupan.
a. Untuk memenuhi kebutuhan air bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
b. Menjadi persediaan air bersih secara alami.
c. Untuk keperluan hidup manusia, misalnya minum, memasak, dan mencuci.
d. Untuk memenuhi keperluan industri, misalnya industri dan perkantoran.
e. Untuk air irigasi areal persawahan.

Kelebihan dan Kekurangan Standar Tunggal

Kelebihan Standar Tunggal
1. Uang sangat berharga karena memiliki nilai penuh (full bodied money).
2. Setiap orang mendapat kebebasan untuk membuat uang dan melebur uang.
3. Setiap orang boleh menimbun emas/perak, karena emas/perak merupakan logam mulia yang sangat berharga dan disenangi umum, tahan lama dan tidak mudah rusak.
4. Uang yang beredar, baik uang emas/perak maupun uang kertas dapat ditukarkan langsung dengan emas yang ada di bank/lembaga lainnya yang dipakai sebagai jaminannya.

Kekurangan Standar Tunggal
1. Sangat tergantung pada satu jenis logam saja.
2. Logam emas/perak jumlahnya terbatas sehingga untuk mendapatkannya sangat sulit.
3. Karena setiap orang dapat membuat atau meleburnya, maka sulit menentukan jumlah uang yang beredar secara pasti.
4. Di setiap daerah memiliki kadar emas/perak yang berbeda-beda sehingga perlu disesuaikan dan tidak bisa langsung digunakan.
5. Biaya pembuatan dan biaya pengiriman relatif mahal.
6. Negara akan menderita kerugian apabila menggunakan standar wesel emas, weselnya digunakan sebagai jaminan untuk melepaskan standar emas.

Kelebihan dan Kekurangan Standar Kembar

Kelebihan Standar Kembar
1. Ada dua logam yang dipakai sebagai standar keuangan negara sehingga tidak terlalu tergantung pada suatu macam logam saja.
2. Uang yang beredar bisa bergantian dengan diatur oleh undang-undang.
3. Apabila beredar bersamaan, nilai uang tidak lagi ditentukan dengan undang-undang, tetapi ditentukan oleh nilai logam uang tersebut di pasar sehingga ada 2 macam harga, harga yang dibayar dengan uang emas dan harga yang dibayar dengan uang perak, ini berarti orang bisa memilih dalam hal pembayaran, disesuaikan dengan uang yang dimilikinya.
4. Setiap orang dapat membuat dan melebur uang sehingga dari kegiatan tersebut tak ada pihak-pihak yang mendapat keuntungan karena terjadi perbedaan harga antara nilai uang dan nilai bahan.

Kekurangan Standar Kembar
1. Menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap uang karena uang yang beredar tidak sama dengan standar keuangan negara misalnya pada sistem standar pincang.
2. Berlakunya hukum Gresham, uang logam yang bernilai rendah yang ada di peredaran.
3. Akan terjadi peleburan dan penimbunan uang yang bernilai tinggi artinya logam yang bernilai tinggi susah diperoleh di peredaran.
4. Pada waktu berlakunya standar kembar alternatif, maka uang logam salah satu tidak bisa dipakai untuk transaksi, hal ini menyulitkan apabila ada masyarakat yang tidak memiliki persediaan uang tersebut.

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah pernerintah yang dilaksanakan oleh bank sentral (di Indonesia Bank Indonesia), untuk memengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan maksud memengaruhi pengeluaran agregat.
Komponen penting pengeluaran agregat antara Iain penanaman modal yang dilakukan perusahaan. Penanaman rnodal ini sangat memengaruhi tingkat suku bunga yang berlaku. Jika suku bunga kredit tinggi, perusahaan tidak melakukan penanaman modal sehingga pemerintah perlu menurunkan suku bunga dengan menjalankan kebijakan moneter, yaitu menambah penawaran uang.
Bebijakan moneter dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu kebijakan moneter kuantitatif dan kebijakan moneter kualitatif.