Tumbuhan

Dunia Tumbuhan (Plantae) meliputi lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji. Tumbuhan mengalami reproduksi aseksual dan seksual secara bergantian, disebut pergiliran keturunan.

Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Habitatnya di tempat lembap atau basah. Pada tumbuhan lumut hanya terjadi pertumbuhan memanjang. Lumut mempunyai rizoid yang berfungsi sebagai akar. Selain itu, lumut juga memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Reproduksi aseksualnya dengan spora yang haploid, sedangkan seksualnya dengan pembentukan gamet.

Tumbuhan paku merupakan tanaman yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan paku merupakan golongan tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Tumbuhan paku berhabitat di darat. Reproduksi aseksualnya dengan membentuk spora, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk arkegonium dan anteridium yang menghasilkan gamet jantan dan betina.

Tumbuhan biji mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini mempunyai jaringan pembuluh yang kompleks, dan alat perkembangbiakannya berupa bunga atau runjung. Tumbuhan biji dibedakan menjadi tumbuhan biji terbuka dan tumbuhan biji tertutup. Alat perkembangbiakan tumbuhan biji terbuka adalah runjung jantan (penghasil serbuk sari) dan runjung betina (daun-daun buah). Alat perkembangbiakan tumbuhan biji tertutup adalah bunga. Kelompok tumbuhan biji memiliki manfaat besar bagi manusia.

Reklame

Reklame didasarkan atas pengetahuan sebenarnya mengenai kebiasaan-kebiasaan dan opini para konsumen. Sesuatu studi mengenai kebiasaan-kebiasaan serta opini tersebut oleh karenanya mendahului tindakan mengkonsepsi sesuatu kampanye reklame. Pula diteliti apa yang diketahui konsumen dan apa yang tidak diketahui mengenai jenis artikel dan merk-merk yang akan direklamekan.

Di samping itu, pilihan media reklame didasarkan pula atas studi mengenai bahan-bahan fakta, khususnya mengenai kebiasaan-kebiasaan membaca, mendengar, melihat dan sebagainya.

Di Amerika Serikat, orang senantiasa ingin mengontrol apakah uang yang dikeluarkan untuk reklame digunakan dengan cara yang tepat.

Perhatikanlah kata-kata berikut : menjual berdasarkan rencana; dalam kata-kata tersebut ternyata apa yang dihadapi oleh penasehat reklame dan pimpinan reklame di dalam perusahaan dengan penelitian pasar.

Dipandang dari sudut peneliti pasar, penelitian tersebut dapat terjadi mengenai macam-macam pasar :
— pasar tenaga kerja;
— pasar modal;
— pasar pembelian;
— pasar penjualan.

Sebenarnya, pada penelitian pasar, orang terutama memperhatikan pasar terakhir.
Hal tersebut dapat dimengerti, oleh karena pasar tersebut menimbulkan demikian banyak problem bagi pengusaha yang memusingkan dan yang bersifat menentukan, dan di samping itu ia menunjukkan karakter yang demikian dinamis, hingga tidak ada perusahaan yang dapat bertahan untuk tidak mengetahui seluk-beluk pasar penjualan secara permanen dan dalam arti seluas-luasnya.

Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan

Beberapa jenis tumbuhan paku bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di bawah ini, contoh pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia.
a. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium sp. (paku sarang burung), Adiantum sp. (suplir), dan Selaginella sp. (paku rane).
b. Penghasil bahan obat-obatan, misalnya Aspidium sp., Dryopteris filixmas, dan Lycopodium clavatum.
c. Sebagai sayuran, misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan Pteridium aquilium.
d. Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata, paku ini bersimbiosis dengan alga hijau-biru Anabaena azollae dalam memfiksasi nitrogen bebas.
e. Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Pengertian Publisitas

Publisitas merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal, dalam bentuk berita (News story form), sehubungan dengan organisasi tertentu, dan atau tentang produk-produknya, yang ditransmisi melalui perantaraan sebuah media massa, untuk mana tidak dipungut pembayaran sama sekali.
Tetapi, segera perlu diingatkan bahwa orang janganlah menganggap publisitas sebagai komunikasi secara cuma-cuma.
Jelas, ada biaya sehubungan dengan tindakan mempersiapkan relis berita dan upaya untuk merangsang personil bidang media massa untuk menyiarkan atau untuk mencetaknya.
Walaupun pengiklanan dan publisitas ditransmisi melalui komunikasi massa, ada perbedaannya yaitu pihak sponsor tidak melakukan pembayaran untuk biaya media untuk tujuan publisitas.

Pengertian penjualan tatap muka

Penjualan tatap muka merupakan sebuah proses, di mana para pelanggan diberi informasi dan mereka dipersuasi untuk membeli produk-produk melalui komunikasi secara personal dalam suatu situasi pertukaran.

Perlu segera diingatkan bahwa istilah : membeli produk-produk perlu ditafsirkan secara luas, hingga ia mencakup pula penerimaan ide-ide, isu-isu tertentu, dan kandidat-kandidat politik.

Apabila kita membandingkan penjualan tatap muka dengan pengiklanan, maka dapat dikatakan bahwa penjualan tatap muka memiliki keuntungan maupun kendala-kendala tertentu.

Pengiklanan merupakan komunikasi nonpersonal, yang mengharuskan adanya pembayaran tertentu, yang ditujukan kepada audiensi tujuan yang relatif besar jumlahnya, sedangkan penjualan tatap muka ditujukan kepada seorang atau beberapa orang individu tertentu.

Menghadapi satu orang melalui penjualan tatap muka memakan biaya jauh lebih besar dibandingkan dengan cara pengiklanan, tetapi hendaknya jangan dilupakan bahwa penjualan tatap muka mempunyai dampak lebih besar atas para pelanggan.

Di samping itu, penjualan tatap muka juga menghasilkan feedback segera, yang memungkinkan para pemasar menyesuaikan pesan mereka guna memperbaiki komunikasi.

Komposisi bauran-bauran promosi

Para pemasar umumnya, memvariasi komposisi bauran-bauran promosi mereka karena aneka macam alasan.
Sekalipun keempat macam ingredien dapat dimasukkan ke dalam sebuah bauran promosi, dalam kenyataan seringkali terlihat bahwa seorang pemasar hanya menggunakan kurang dari empat macam ingredien yang ada.
Tetapi, sering juga terlihat gejala bahwa banyak perusahaan yang memasarkan bermacam-macam produk menggunakan berbagai macam bauran promosi secara simultan.

Bauran promosi sesuatu organisasi bukanlah bagian bauran pemasaran yang tidak dapat berubah.
Para pemasar dapat (dan hal tersebut dilakukan mereka) mengubah komposisi bauran-bauran promosi mereka.
Bauran ingredien promosi yang digunakan dan intensitas dengan apa mereka digunakan tergantung dari aneka macam faktor, seperti misalnya :
— sumber-sumber daya promosional organisasi yang bersangkutan;
— sasaran-sasarannya;
— kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi yang bersangkutan;
— ciri-ciri dari pasar sasaran yang ada;
— ciri-ciri produk yang ditawarkan;
— biaya dan ketersediaan metode-metode promosional.

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Keanekaragaman hayati menyatakan adanya berbagai variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat lain yang terlihat pada tingkat berbeda. Alfred Russell Wallace membagi daerah biogeografi menjadi 6 berdasarkan fauna khasnya, yaitu Nearktik, Palearktik, Neotropikal, Oriental, Ethiopian, dan Australia.

Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya di antara Oriental dan Australia. Flora Malesiana memperlihatkan pemusatan keanekaragaman tumbuhan yang tinggi dan terbesar di dunia. Kawasan Malesiana meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Flora Malesiana contohnya meranti, durian, Rafflesia, matoa, salak, jati, kopi, anggrek, zingiberaceae, dan Nepenthes.

Keanekaragaman hayati dipelajari dengan cara klasifikasi, untuk dimanfaatkan dan dilestarikan. Klasifikasi selalu berkembang dengan ditemukannya metode-metode baru dalam klasifikasi. Klasifikasi yang kini dianut adalah klasifikasi 6 kingdom dari Woese (1977), yaitu mencakup Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Klasifikasi mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang umum hingga yang khusus menjadi kingdom (dunia), filum atau divisi (keluarga besar), kelas, ordo (bangsa), famili (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Pemberian nama makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus dikenal dengan sistem binomial nomenklatur, yaitu pemberian nama dengan dua kata. Kata pertama menunjukkan genus, sedangkan kata kedua menunjukkan spesies.

Identifikasi adalah keterampilan pengenalan ciri pada makhluk hidup. Identifikasi dipakai untuk membuat kunci determinasi. Dasar kunci determinasi adalah pembuatan kunci dikotomi.

Habitat dan Reproduksi Tumbuhan Paku

Habitat tumbuhan paku adalah di darat. Ada beberapa yang teradaptasi hidup di lingkungan berair. Paku terutama tumbuh di lapisan bawah di dataran rendah, tepi pantai, lereng gunung, dan 350 meter di atas permukaan laut terutama di daerah lembap. Ada paku yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain.

Reproduksi
Tumbuhan paku dapat bereproduksi secara aseksual (vegetatif), yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.
Reproduksi secara seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat kelamin (gametangium). Gametangium jantan (anteridium) menghasilkan spermatozoid dan gametangium betina menghasilkan sel telur (ovum). Seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan). Metagenesis ini dibedakan antara paku homospora dengan paku heterospora.

Ciri-ciri pasar sasaran

Luas, distribusi geografik dan ciri-ciri sosioekonomi pasar sasaran sesuatu organisasi juga turut menentukan ingredien-ingredien yang akan dimasukkan ke dalam bauran promosi untuk sesuatu produk.

Jumlah absolut orang-orang yang ada pada sebuah pasar, hingga tingkat tertentu turut mendeterminasi komposisi bauran promosi.

Andaikata pasar agar terbatas, maka bauran promosi yang digunakan mungkin akan menekankan penjualan tatap muka, yang dapat merupakan alat efektif untuk menjangkau orang-orang dalam jumlah kecil.

Tetapi, apabila pasar-pasar sesuatu produk terdiri dari jutaan konsumen, maka organisasi-organisasi yang bersangkutan menggunakan pengiklanan dan promosi penjualan, karena metode-metode tersebut dapat menjangkau massa orang dengan biaya rendah per kepala.

Distribusi geografik pelanggan sebuah perusahaan dapat pula mempengaruhi kombinasi metode-metode promosional yang digunakan.

Penjualan tatap muka lebih cocok, apabila pelanggan sebuah perusahaan terkonsentrasi pada sebuah wilayah yang kecil, dibandingkan dengan situasi di mana para pelanggan berjumlah banyak dan mereka bertempat tinggal pada daerah luas secara terpencar.

Pendistribusian ciri-ciri sosioekonomi sesuatu pasar sasaran, seperti misalnya : umur, pendapatan atau pendidikan, juga dapat mempengaruhi jenis teknik-teknik promosional yang dipilih oleh seorang pemasar.

Sebagai contoh dapat misalnya dikemukakan bahwa penjualan tatap muka, mungkin lebih berhasil, dibandingkan dengan pengiklanan dalam wujud cetakan, untuk melaksanakan komunikasi dengan orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

Biaya metode promosional

Biaya yang harus dikeluarkan untuk metode-metode promosional, merupakan faktor-faktor penting untuk dianalisis sewaktu orang mengembangkan sebuah bauran promosi.
Pengiklanan pada tingkat nasional dan upaya promosi penjualan memerlukan pengeluaran dalam jumlah besar.
Tetapi, apabila mereka ternyata efektif dalam hal menjangkau orang-orang dalam jumlah besar, maka biaya per individu mungkin teramat rendah. Pertimbangan lain yang perlu dipelajari para pemasar sewaktu mereka merumuskan sebuah ramuan promosi, adalah tersedianya teknik-teknik promosional.