Pengertian vertebrata dan invertebrata

Secara garis besar, Dunia Hewan (Kingdom Animalia) dibagi menjadi dua, yaitu vertebrata dan invertebrata.
Vertebrata adalah istilah untuk hewan bertulang belakang, sedangkan invertebrata adalah istilah untuk hewan yang tidak bertulang belakang.
Hewan invertebrata terdiri dari dua golongan, yaitu Protozoa dan Metazoa. Protozoa adalah hewan bersel satu, sedangkan Metazoa adalah hewan bersel banyak.
Kebanyakan ahli biologi menggolongkan Protozoa bersama-sama dengan alga dalam kingdom Protista. Metazoa yang meliputi Porifera, Ctenophora, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata digolongkan dalam dunia hewan, dengan ciri-ciri umum sebagai berikut:
a. multiseluler
b. heterotrof
c. eukariotik
d. tidak berdinding sel
e. tidak berklorofil
f. hidup di darat maupun di air.
Metazoa adalah organisme bersel banyak yang terbentuk melalui spesialisasi fungsi kerja sel-sel. Sel-sel tertentu terspesialisasi membentuk jaringan; jaringan membentuk organ; dan organ membentuk sistem organ. Akhirnya sistem organ akan menyusun satu individu.
Metazoa dikelompokkan lagi antara lain berdasarkan simetri tubuhnya dan lapisan penyusun tubuhnya.

Pengertian Komposisi

Komposisi adalah proses penggabungan kata yang menghasilkan arti baru, ( berupa kata majemuk ) yang terkandung ciri-ciri sebagai berikut :
– Hubungan unsur-unsurnya sangat erat tidak bisa disisipi kata lain
– Unsur-unsurnya tidak bisa dipertukarkan posisinya

Pola hubungan unsur-unsur pada kata majemuk
– Jenis kata yang menjadi anggotanya:
KB + KB
KB + KS
KK + KK
dan seterusnya.

Sifat hubungan unsur-unsurnya :
– Hubungan setara ( koordinatif )
misal :
susah payah ( sinonim )
suka duka ( antonim )
kampung halaman ( wakil dari keseluruhan )

– Hubungan bertingkat ( endosentris )
pola DM. misal : meja tulis, rumah makan
pola MD. misal : purba kala, senja kala

Makna pemajemukan :
1. Menurut sifatnya
Arti sebenarnya ( rumah makan, meja tulis )
Arti kiasan ( idiom, ungkapan )
misal panjang tangan, kambing hitam

2. Makna gramatikal yang dikandungnya
– menyatakan keseluruhan
– menyatakan intensitas
– menyatakan hubungan bahan
– menyatakan hubungan asal
– menyatakan hubungan milik
– menyatakan nama
– menyatakan hubungan sifat / keadaan
– menyatakan hubungan kegunaan
– menyatakan hubungan kerja / kesanggupan
– menyatakan perbandingan

Pengertian Hewan (Animalia)

Hewan (Animalia) adalah bentuk kehidupan paling beragam di muka bumi. Sampai saat ini telah diidentifikasi sebanyak 2 juta spesies hewan. Ukuran hewan berkisar dari hanya 0,05 mm hingga 30 m. Tempat hidup hewan beragam, mulai dari gurun, padang es, hingga di bawah lautan terdalam. Bahkan ada hewan yang tidak terlihat seperti makhluk hidup sama sekali, seperti karang dan koral yang lebih mirip batu-batuan. Banyak hewan menyebabkan kerugian maupun menyebarkan penyakit, tetapi lebih banyak lagi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

MACAM-MACAM KALIMAT

1. Dari segi inti-intinya
a. kalimat inti
b. kalimat luas
c. kalimat transformasi

2. Dari segi jenis kata yang menduduki subjek :
a. kalimat verbal ( predikat kata kerja )
b. kalimat nominal ( predikat selain kata kerja )

3. Dari segi bentuk kata kerja sebagai predikat
a. kalimat aktif ( subjek menjadi agens / pelaku perbuatan pada predikat )
b. kalimat pasif ( subjek menjadi penderita akibat perbuatan – predikat )

4. Dari segi Objek yang mengikuti predikat verbal :
a. kalimat intransitif ( tidak berobjek )
b. kalimat transitif ( diikuti / membutuhkan objek )
c. kalimat dwitransitif ( berobjek ganda )
d. kalimat semitransitif ( kalimat intransitif yang berpelengkap )

5. Dari segi susun kata yang menduduki jabatan kalimat :
a. kalimat normal ( susun biasa )
b. kalimat ( inversi )
c. kalimat variasi ( K S – P, S – K – P – O dan seterusnya )

6. Dari segi jumlah klausa
a. kalimat tunggal ( satu klausa / satu struktur S – P )
b. kalimat majemuk ( lebih dari satu klausa )

7. Dari segi hubungan klausa kalimat majemuk meliputi
a. kalimat majemuk setara
– dengan hubungan menggabung / menambah
– dengan hubungan memilih
– dengan hubungan kausalitas ( sebab akibat )
– dengan hubungan mempertentangkan
– dengan hubungan mengatur / menjadwal
– dengan hubungan menguatkan
b. kalimat majemuk bertingkat
– dengan anak pengganti subjek
– dengan anak pengganti predikat
– dengan anak pengganti objek
– dengan anak pengganti keterangan
c. kalimat majemuk campuran ( kompleks )
d. kalimat majemuk rapatan ( unsur klausa yang sama dirapatkan )

KALIMAT INTI DAN TRANSFORMASI

1. Kalimat inti / dasar adalah kalimat yang terbangun atas inti kalimat (dalam analisis tradisional berupa S dan P)
Ciri kalimat inti:
unsur-unsur pembangunnya terbatas/sederhana ( 2 / 3 kata )
– unsur-unsur itu sekaligus menjadi inti kalimat
– tata urutan bersusun biasa / sederhana ( S diikuti P )
intonasi – berita ( netral )
Pola kalimat inti / dasar .
a. KB – KK ( kalimat verbal ) Misal :
Tino membaca.
Buku dibaca
b. KB – KS ( kalimat nominal atributif ) Misal :
Tino rajin.
Harganya mahal
c. KB – KB ( kalimat nominal ekuasional )
Misal :
Tino pengarang.
Anjing binatang
Dalam bahasa Indonesia terdapat pola tambahan
d. KB – K Dep ( kalimat adverbal ) Misal :
Ibu ke pasar.
Buku di meja.

2. Kalimat transformasi adalah kalimat yang telah mengalami perubahan dari inti-intinya (perubahan dari keempat syarat di atas).

Macam perubahan/transformasi
a. dengan perluasan – hasilnya kalimat luas
b. dengan penambahan inti/penggabungan dua kalimat inti atau lebih – menghasilkan kalimat majemuk
c. dengan perubahan urutan kata – menghasilkan susun inversi
d. dengan perubahan intonasi – menghasilkan kalimat tanya, kalimat perintah
e. dengan pengurangan / penghilangan salah satu inti / keduanya menghasilkan kalimat elips ( tidak sempurna )

Disamping kalimat inti ada pengertian inti kalimat. Inti kalimat adalah unsur-unsur yang mendasari isi kalimat karena itu tidak terikat persyaratan mutlak kalimat inti.

KALIMAT DENGAN UNSUR INTONASI

Unsur-unsur dalam kalimat :
1. unsur segmental ( ekspresi ) berupa kata, frase, klausa
2. unsur suprasegmental berupa intonasi kalimat yang meliputi:
a. tempo ( panjang pendek )
b. tekanan ( keras lemah )
c. nada ( tinggi rendah )
d. jeda ( penyekatan / pemotongan arus ujar )
Unsur intonasi memegang peran penting dan menentukan makna/gagasan yang diinginkan dalam kalimat. Perubahan intonasi sering diikuti perubahan makna. Hal ini akan memungkinkan deretan kata yang belum diintonasikan akan menimbulkan tafsiran ganda. Bandingkan dua intonasi yang ada dalam kalimat berikut:
a. Siswa / baru masuk ruang tiga //
b. Siswa baru / masuk ruang tiga //
Berdasarkan intonasi ( nada ) kalimat dibedakan menjadi
a. kalimat berita
b. kalimat perintah
c. kalimat Tanya

Fungsi afiksasi

Penambahan imbuhan pada sebuah kata di samping menghasilkan arti gramatikal sering pula mengubah kelas / golongan kata / mengubah fungsi kata.
Awalan me- berfungsi:
membentuk kata kerja transitif / intransitif
membentuk edverbial ( kata keterangan )
membentuk kata sifat / keadaan
membentuk substanstif ( nominal / membendakan )

Awalan ber- berfungsi : membentuk kata kerja (kecuali yang memiliki arti mempunyai)
Awalan di- berfungsi : membentuk kata kerja pasif
Awalan per- berfungsi : membentuk kata kerja
Awalan peNasal- dan pe- berfungsi : membentuk kata benda
Awalan ke- berfungsi : membentuk kata bilangan, kata benda

Akhiran –i dan -kan berfungsi membentuk kata kerja transitif
Akhiran -an berfungsi:
membentuk kata benda
membentuk kata sifat ( belum produktif ) besaran

Akhiran –man, wati, -wan berfungsi : membentuk kata benda, kata sifat
Konfiks ber-an berfungsi : membentuk kata kerja
Konfiks per-an, pe-an, ke-an berfungsi membentuk kata benda
Konfiks ke-an berfungsi : membentuk kata kerja pasif ( kelihatan )

Akhiran -nya berfungsi :
membentuk kata benda ( membaiknya, tenggelamnya, besarnya )
membentuk kata keterangan / kata tugas ( sebenarnya )
membentuk kata sandang penentu ( ini obatnya )

Akhiran -nya sebagai kletika ( bukan akhiran ) berfungsi :
posesif ( menyatakan milik ) misal : rumahnya
penunjuk objek ( memukulnya, dipanggilnya )

Peranan Insecta bagi kehidupan manusia

Beberapa Insecta bersifat menguntungkan, antara lain:
1. untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak). serangga ini dapat diperoleh secara musiman.
2. untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis melifera)
3. untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori
4. membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang, dan lebah)
5. di bidang ekologi, Insecta merupakan bagian dari rantai makanan yang sangat penting dari berbagai konsumen
6. berbagai Insecta tanah berperan dalam penggemburan tanah.
Berbagai Insecta bersifat merugikan, antara lain:
1. sebagai penular berbagai macam bibit penyakit, seperti tifus, kolera, dan disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoak
2. hama putih pada berbagai tanaman, misalnya oleh Pseudococcus cintri, Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota)
3. parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala, dan kutu busuk
4. hama padi, misalnya wereng dan walang sangit
5. merusak tanaman budi daya, misalnya belalang, kumbang kelapa, dan berjenis-jenis ulat
6. merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai koleoptera, misalnya kepik.

Peran Myriapoda bagi kehidupan manusia

Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia, bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Akan tetapi, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. Serasah ialah lapisan daun dan ranting-ranting di dasar hutan atau kebun. Proses penghancuran serasah tidak langsung ditangani mikroorganisme, karena mikroorganisme justru menguraikan kotoran hewan-hewan seperti Myriapoda dan sebagainya.

Pengertian salat sunah rawatib

Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang mengikuti salat fardu lima waktu. Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut salat qobliyah, sedangkan yang dikerjakan setelah salat fardu disebut salat bakdiyah.
Salat rawatib dibagi menjadi dua macam, yaitu salat rawatib muakkad (diprioritaskan) dan salat rawatib gairu muakad (tidak diprioritaskan).
1. Salat rawatib muakkad ada sepuluh rakaat, yaitu sebagai berikut.
a. Dua rakaat sebelum salat zuhur.
b. Dua rakaat sesudah salat zuhur.
c. Dua rakaat sesudah salat magrib.
d. Dua rakaat sesudah salat isya.
e. Dua rakaat sebelum salat subuh.

2. Salat rawatib gairu muakkad adalah sebagai berikut.
a. Dua rakaat sebelum salat zuhur.
b. Dua rakaat sesudah salat zuhur.
c. Empat rakaat (dua rakaat salam) sebelum salat asar.
d. Dua rakaat sebelum salat isya.

PELAKSANAAN SALAT SUNAH RAWATIB
Salat sunah rawatib dilaksanakan sebagai berikut.
1. Tidak didahului azan dan iqomah.
2. Dilaksanakan secara munfarid (sendiri-sendiri), tidak berjamaah.
3. Setiap dua rakaat salam.
4. Lebih utama dilaksanakan di rumah.
Fungsi salat rawatib adalah untuk menambah/melengkapi kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan salat fardu.
Pelaksanaannya seperti salat yang lain, yang berbeda hanya niatnya, yaitu niat salat sunah qobliyah untuk yang dilaksanakan sebelum salat fardu dan niat salat sunah bakdiyah untuk yang dilaksanakan sesudah salat fardu.