Proses Terbentuknya Jalur Gunung Api di Indonesia

Menurut hasil penelitian para ahli geologi, lempeng India-Australia yang berada di dasar samudera sebelah selatan Indonesia telah bertabrakan dengan lempeng Eurasia (daratan Benua Eropa dan Asia) di sepanjang lempeng bagian selatan Indonesia. Di tempat ini, lempeng India-Australia terdesak dan menyusup ke bawah Kepulauan Indonesia.

Proses tabrakan antarlempeng yang kemudian terjadi penyusupan suatu lempeng benua ke lempeng benua lainnya atau yang sering disebut dengan penunjaman (subduction). Penunjaman lempeng India-Australia ke bawah Kepulauan lndonesia sudah berjalan lama dan diperkirakan mulai 70 juta tahun yang lalu dengan kedalaman sekitar 1.200 km. Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan Indonesia bagian timur, tepatnya di sekitar Kepulauan Maluku, Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua). Di daerah ini lempeng Pasifik mengalami penunjaman ke bawah lempeng Eurasia.

Proses penunjaman tersebut menimbulkan getaran atau gempa bumi di Indonesia dan melepaskan panas yang menyebabkan melelehnya batuan, sehingga menghasilkan magma. Lelehan batuan (magma) yang panas merupakan sumber energi yang dapat mendesak permukaan bumi dan kemudian muncul sebagai gunung api, dan membentuk deretan gunung api. Di sepanjang jalur pegunungan api ini, banyak terjadi gempa.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Proses Perombakan di Muka Bumi

Proses perombakan di muka bumi yang disebabkan oleh tenaga dari luar bumi merupakan hasil dari tenaga eksogen. Tenaga dari luar bumi sifatnya merusak atau mengubah bentuk muka bumi menjadi fenomena yang baru melalui proses pemindahan massa batuan dan pelapukan batuan. Pelapukan batuan pada umumnya akan menghasilkan tanah, sedangkan pemindahan massa batuan dapat membentuk struktur dan tekstur yang baru berupa perataan/denudasi. Perombakan di muka bumi tersebut dapat dilihat dari prosesnya, yakni proses perombakan secara fisis, organis, dan secara kimia.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Lembaga Keuangan Perbankan

Setiap hari, kamu mendapatkan uang saku dari orang tuamu. Sebagai siswa yang pandai berhemat, pasti kamu akan menyisihkan sebagian uang sakumu untuk ditabung. Dengan menabung, kamu telah memiliki cadangan uang yang dapat kamu gunakan untuk kebutuhan di masa depan atau ketika ada kebutuhan mendadak. Namun, di manakah kamu menyimpan uang tersebut? Jangan bilang kalau kamu menyimpannya di bawah bantal. Wah, cara penyimpanan seperti ini sudah kuno sekali. Selain tidak aman, kamu juga tidak akan mendapatkan bunga. Lebih baik kamu segera membuka rekening di salah satu bank umum yang ada di daerahmu. Dengan menjadi nasabah bank, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Di antaranya bunga, fasilitas transfer uang, pembayaran tagihan listrik dan telepon, serta kredit.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Jalur gempa bumi di Indonesia

Seperti yang telah diuraikan, bahwa beberapa wilayah Indonesia yang besar kemungkinannya terkena gempa bumi adalah daerah di sepanjang batas pertemuan lempeng. Lempeng India-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia dan lempeng India-Australia bertabrakan dengan lempeng Pasifik. Jika kita perhatikan secara cermat di beberapa tempat penunjaman lempeng, maka jalur gempa bumi di wilayah Indonesia dapat diprediksikan mengikuti sirkum mediterania dan sirkum pasifik.

Jalur gempa bumi di Indonesia yang posisinya mengikuti sirkum mediterania melalui Pulau Sumatera sebelah barat, Pulau Jawa sebelah selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Beberapa daerah tersebut pernah mengalami gempa bumi dengan hiposentrum yang dangkal, misalnya di Nanggroe Aceh Darussalam, Padang Panjang (Sumatera Barat), Cianjur dan Garut (Jawa Barat), Bali, serta Flores (NTT). Jalur gempa bumi di Indonesia yang posisinya mengikuti Sirkum Pasifik meliputi Maluku, Papua (Irian Jaya), serta Sulawesi sebelah utara dan selatan.

Daerah yang relatif aman dari ancaman gempa bumi jika dibandingkan dengan beberapa pulau lainnya adalah Pulau Kalimantan. Hal ini disebabkan karena Pulau Kalimantan letaknya jauh dari lokasi pertemuan antarlempeng, sehingga hampir tidak terdapat hiposentrum gempa.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi dapat terjadi di suatu tempat secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal sebagai peringatan. Faktor penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya retakan dan pelepasan sistem batuan di suatu tempat yang kemudian bergerak dan berubah demikian cepat sebagai akibat desakan tenaga dari dalam bumi (endogen) maupun dari luar bumi (eksogen).

Kekuatan yang mendesak lapisan bumi dapat terjadi secara vertikal dan horizontal yang membujur ataupun melintang, sehingga menyebabkan batuan blok bergejolak samping-menyamping maupun bergejolak naik ataupun turun.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan

Permukaan bumi memiliki bentuk yang beraneka ragam, seperti dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, gurun pasir, dan wilayah muka bumi yang bersalju. Berdasarkan kondisi atau bentuk muka bumi setempat, masing-masing wilayah di permukaan bumi memiliki karakteristik serta potensi sumber daya alam yang berbeda-beda. Bentuk permukaan bumi yang beraneka ragam dan memiliki kemampuan atau potensi sumber daya alam berbeda-beda, akan berpengaruh atau berdampak terhadap kehidupan manusia sesuai dengan kondisi alam setempat.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Struktur Sosial

Semua masyarakat di dunia menghadapi masalah mendasar yang sama, yakni bagaimana mendistribusikan sumber-sumber daya yang jumlahnya terbatas dan imbalan sosial, seperti uang, kekuasaan, dan pengaruh di antara anggota masyarakatnya. Kadangkala sumber-sumber itu tersalurkan secara merata, tapi ada juga yang belum tersebar secara merata di masyarakat. Hal ini menimbulkan perbedaan-perbedaan di masyarakat, salah satunya adalah perbedaan dalam tingkatan sosial. Sepanjang sejarah manusia, beberapa golongan masyarakat memperoleh kesejahteraan, prestise, dan kekuasaan yang lebih besar daripada golongan lainnya. Tidak ada suatu masyarakat yang anggotanya sama (equal).

Meskipun perbedaan sosial di masyarakat terlihat secara universal, masyarakat terbagi berdasarkan seberapa besar mereka mengalokasikan sumber daya yang terbatas itu. Oleh sebab itu, terbentuklah pembeda dalam struktur masyarakat yang merupakan gejala sosial, sesuatu yang alami dan tidak terelakkan. Perbedaan dan pembedaan tersebut bukan hanya ditentukan oleh karakteristik biologis manusia, tetapi juga hasil dari tindakan-tindakan manusia, baik di masa kini maupun di masa lalu. Generasi-generasi sebelumnya telah menciptakan sistem pembeda di masyarakat yang memengaruhi keberhasilan generasinya. Kemudian, orang-orang dari generasi berikutnya mempelajari struktur dan sistem tersebut dan diterapkan pada generasi berikutnya.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Sistem pelapisan sosial dalam masyarakat pertanian

Kata stratifikasi berasal dari bahasa Latin stratum (bentuk tunggal) atau strata (jamak) yang artinya lapisan. Kata sosial berasal dari kata socius yang artinya rekan atau masyarakat. Masyarakat pertanian adalah sekelompok masyarakat yang memiliki budaya tani. Jadi, stratifikasi sosial dalam masyarakat pertanian adalah pelapisan sosial yang terdapat di dalam masyarakat petani yang hidup sangat terikat oleh keberadaan tanah yang mereka olah dan peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan bertani yang mempunyai hubungan timbal balik yang sangat mendalam dengan anggota masyarakatnya, semangat gotong royong yang kuat, kondisi geografis setempat yang meliputi jenis dan kesuburan tanah, iklim dan sistem pengairannya. Masyarakat petani cenderung mempunyai sifat agak tertutup serta lamban menerima pengaruh dan pembaruan dari luar.

Masyarakat petani adalah masyarakat yang sebagian besar warganya hidup dari aktivitas pertanian, seperti bercocok tanam di ladang atau di sawah dan beternak. Ada dua istilah yang dapat diterjemahkan menjadi masyarakat petani, yaitu peasant society (petani tradisional) dan farmer society.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Diferensiasi dan stratifikasi sosial

Sejak orang mulai memperkirakan mengenai sifat-sifat masyarakat, perhatian mereka tertuju pada perbedaan-perbedaan yang terlihat antara individu-individu dan kelompok-kelompok di masyarakat. Adanya struktur sosial yang berbeda-beda, dengan peran dan status anggotanya yang juga berbeda-beda, menimbulkan ketidaksamaan dalam masyarakat. Ketidaksamaan ini meliputi jumlah kekayaan, prestise, dan kekuasaan yang dimiliki. Selain itu, ketidaksamaan dalam masyarakat juga dapat dilihat dari adanya berbagai macam ras atau etnis, gender, agama, dan lain-lain.

Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa ketidaksamaan dalam masyarakat terjadi akibat beberapa faktor, antara lain:
• ras atau etnis,
• agama,
• gender,
• peran dan status,
• kelas sosial,
• kelompok,
• pendidikan.

Keanekaragaman individu yang berinteraksi dalam masyarakat ini disebut perbedaan sosial. Secara umum, perbedaan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
• Secara horizontal
Diferensiasi, yaitu pembedaan yang dikaitkan dengan interaksi, tetapi tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah.
• Secara vertikal
Stratifikasi, yaitu perbedaan sosial yang menunjukkan adanya tingkatan-tingkatan yang berbeda dalam suatu masyarakat.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA

Vulkanisme

Vulkanisme adalah peristiwa pembentukan muka bumi yang berhubungan dengan aktivitas gunung api. Dapur magma yang terdapat di dalam bumi, memiliki daya yang besar, sehingga mampu menembus lapisan bumi dan mengeluarkan material hingga ke permukaan bumi. Akan tetapi, magma tidak selalu mampu keluar dari permukaan bumi. Hal ini dapat terjadi pada batuan yang sangat kuat, sehingga magma tidak mampu menembus lapisan bumi. Apabila lapisan bumi mengalami pengangkatan karena dorongan magma, hingga membentuk kubah (dome) yang lebih tinggi dari dataran di sekelilingnya, bentukan ini disebut pegunungan kubah (dome mountains).

Hasil dari lapisan kulit bumi yang pecah dan patah disertai dengan dislokasi (perubahan posisi) dan pengangkatan, disebut pegunungan patahan (block mountains). Sedangkan batuan endapan yang mengalami tekanan mendatar menjadi suatu lipatan, disebut pegunungan lipatan (folded mountains).

Gabungan atau kombinasi dari beberapa peristiwa seperti pengangkatan, lipatan, dan patahan, akan membentuk pegunungan kompleks (complex mountains). Jika magma bergerak ke luar dari dapur magma ke permukaan bumi melalui Iubang kepundan (volcanic form), maka akan menempati daerah yang luas sehingga membentuk rangkaian pegunungan dan dataran luas yang menutupi permukaan bumi. Bentuk-bentuk tersebut sukar ditentukan indikasinya, kecuali setelah mengalami kerusakan sehingga lapisan atasnya terkikis dan batuan bentukan tersebut mudah ditentukan.

Referensi:
ilmu IPS dan IPA